Hari Minggu Paskah ke VII Tgl 13 Mei 2018 Print
Renungan

KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU
Jurnalisme Damai versus Berita Bohong


Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada hari Minggu Paska ke-7 yang bertepatan juga dengan Hari Komunikasi Sedunia 2018. Bacaan-bacaan hari ini dimulai dari bacaan Injil, mengajak kita untuk merasakan dan menempatkan diri dalam persatuan. Tuhan Yesus sendiri merindukan adanya persatuan itu sebagaimana nyata dalam doa-Nya:”Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh 17:11b). Bacaan kedua menegaskan bahwa alasan untuk bersatu adalah karena Allah Bapa mencintai kita semua. Yang benar adalah bahwa Allah mencintai kita. Hidup dalam kebenaran berarti hidup dalam cinta Allah. Karena Allah adalah kasih maka yang hidup dalam Allah akan hidup penuh cintakasih dan dengan demikian mereka juga akan saling mencintai. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1Yoh 4:16). Bacaan pertama mengisyaratkan bahwa kebersamaan di dalam kasih Allah itu tidak begitu mudah untuk melupakan atau meniadakan siapa saja di dalamnya. Jika pun yang bersangkutan telah mengundurkan diri tetapi perannya tetap perlu dijaga. Artinya, di dalam kebersamaan, kekuatan untuk mencintai tidak boleh dilemahkan oleh oknum-oknum yang tidak setia. Posisinya tidak dihapuskan. Bisa diganti orang lain tetapi bahkan jika yang tidak setia itupun akan kembali ataupun bertobat, ia masih tetap mendapat kesempatan. Ada kriteria yang harus dipenuhi tetapi tidak ada pilih kasih. Siapapun yang terpilih dialah yang dikehendaki oleh Tuhan untuk bekerjasama dalam menjadi saksi atas khabar kasih-Nya. Yang penting adalah ada kebenaran: “benar bahwa orang itu merasa dicintai Allah dan hidup mencintai karena cinta Allah itu”. Tidak benar jika seorang merasa dikasihi Allah sedang orang lain tidak dicintai oleh Allah. Arahnya adalah perdamaian, persahabatan, persatuan.


Saudara dan Saudari yang terkasih, dalam kerangka hidup dalam kebenaran kasih Allah itu, saya sajikan di sini kata-kata pengantar dari Paus Fransiskus dalam pesannya pada Hari Komunikasi Sedunia 2018 ini, sebagai berikut: “KOMUNIKASI adalah bagian dari rencana Allah bagi kita dan jalan utama untuk menjalin persahabatan. Sebagai manusia kita diciptakan seturut gambar dan rupa Sang Pencipta, dan karenanya kita bisa mengungkapkan dan membagi hal-hal yang benar, baik dan indah. Kita mampu melukiskan pengalaman-pengalaman kita sendiri serta tentang dunia sekitar kita, dengan demikian menciptakan kenangan sejarah serta pengertian tentang pelbagai peristiwa. Namun apabila kita begitu saja menuruti hasrat pribadi serta kebanggaan pada diri, maka kita dapat merusak cara kita memanfaatkan kemampuan berkomunikasi. Hal ini  dapat dilihat sejak awal sejarah, dalam dua kisah alkitabiah tentang Kain dan Habel serta Menara Babel (bdk. Kej 4:4-16; 11:1-9). Kemampuan untuk memelintir kebenaran merupakan fenomena yang melekat pada kemanusiaan kita, baik pribadi maupun masyarakat. Sebaliknya, manakala kita setia pada rencana Allah, maka komunikasi akan  menjadi sarana efektif bagi pencarian kebenaran dan kebaikan secara bertanggungjawab. Saat ini, dalam dunia komunikasi serta sistem digital yang sedemikian cepat berubah, kita menyaksikan penyebaran dari apa yang dikenal sebagai “berita bohong” (fake news). Kenyataan ini mengundang kita berefleksi, dan itulah sebabnya saya memutuskan untuk kembali mengangkat pokok tentang kebenaran dari  Pesan Hari Komunikasi Sedunia para pendahulu saya, sejak Paus Paulus VI.  Pada tahun 1972 Paus Paulus VI mengkat tema: Komunikasi Sosial demi Pelayanan Kebenaran. Maksud saya adalah memberikan dukungan pada komitmen kita bersama untuk membendung penyebaran berita bohong, serta mengangkat keluhuran martabat jurnalisme dan tanggungjawab pribadi para jurnalis untuk menyampaikan kebenaran.”

 

Selamat ber-Hari Komunikasi Sedunia 2018. Kita Bhinneka Kita Indonesia.
Amalkan Pancasila. Mari kita wartakan kebenaran ini. (rm pur msc)

Last Updated on Monday, 14 May 2018 12:48