Agenda Paroki

S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Login Email
banner kiri 2019b

We have 72 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 27 Oktober 2019 PDF Print

Merendahkan Diri

 

Dunia kita selalu tak pernah berhenti berputar. Tak pernah ada yang sama dan statis dari waktu ke waktu. Semuanya berubah sesuai waktu, bertumbuh dan berkembang sesuai rancangan Pencipta. Kita pun tak pernah berhenti berubah, bertumbuh dan berkembang. Proses belajar, berusaha, bertumbuh menuju kesuksesan, tak pernah mengatakan sudah selesai atau sudah sempurna, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, selain yang terbaik pada waktu tertentu dan di tempat tertentu.


Kalau seseorang merasa diri paling besar, hebat, ahli melebihi yang lain, bahkan menganggap orang lain lebih rendah, ia jatuh pada sikap kemapanan diri dan tak mampu di isi oleh hal yang baru, akibat sudah merasa diri penuh sehingga tak menyadari kekurangan diri sendiri.


Orang yang dibenarkan dalam perumpamaan Yesus ini adalah seorang pemungut cukai yang merasa diri berdosa dan tak layak dihadapan Allah, sehingga ingin bertobat dan berubah menjadi seorang yang lebih baik di hadapan Allah dan sesama. Dialah orang yang sungguh dibenarkan Allah. Sedangkan orang Farisi begitu sombong dan tinggi hatinya, tidak dibenarkan Allah. Ia hanya memamerkan kebolehannya, menyebutkan rupa-rupa keunggulannya, dan menganggap dirinya lebih dari yang lain, apa lagi seperti si pemungut cukai itu.


Sahabat, sikap sombong membuat kita mati bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain, karena kita menjauhkan diri dari orang lain, dan menempatkan diri kita sebagai orang di tengah sesama. Berusahalah memiliki sikap rendah hati yang membuat kita terus menerus bertumbuh dan berkembang. Tempatkan diri kita sebagai saudara bagi sesama kita, dan pandanglah sesama sebagai saudara bagi kita sendiri. Pandanglah sesama kita sederajat dan semartabat, karena hanya bersama mereka kita bisa bertumbuh. Tak usah kita meremehkan atau menyepelekan orang lain hanya karena kekurangan atau keterbatasannya, karena kita juga memiliki hal yang sedemikian. Maka lihatlah yang terbaik, berjalanlah di jalan yang baik, dan capailah hal yang terbaik.

Dikutip dari buku percikan hati

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.