Agenda Paroki

S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Login Email
banner kiri 2019b

We have 90 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 29 September 2019 PDF Print

Nikmat Membawa Sengsara

 

Saudara-saudariku terkasih, syallom dan salam jumpa lagi bagi Anda semua, setelah beberapa minggu kita tidak jumpa dalam rubrik ini.


Pada perjumpaan kita di minggu biasa ke XXVI ini, saya akan berbicara tentang 'nikmat yangmembawa sengsara'. Sebuah tema yang unik, namun syarat akan pesan hidup bagi kita, terlebih dalam hubungan dengan kehidupan yang berkelimpahan!


Saudara-saudariku terkasih, setiap orang pasti merindukan hidup yang berkelimpahan, serba ada dan berkecukupan. Dan bila segala kebutuhan kita bisa terpenuhi, rumah, mobil, pakaian, makanan, dll terpenuhi secara berkecukupan, kita akan merasa bahwa hidup itu indah, happy dan penuh kesenangan, kenikmatan! Kita merasa dunia ini milik kita dan menjadi surga! Namun demikian, bacaan-bacaan kitab suci hari ini, memberi peringatan bagi kita untuk berhati-hati dengan kenikmatan dunia ini, karena kenikmatan itu bisa membawa sengsara pada saatnya nanti! Bacaan injil yang kita dengarkan hari ini, menegaskan tersebut! Bahwa tidak semua orang yang kaya dan mempunyai segalanya dengan sendirinya membawa kebahagian, bahkan sebaliknya menjadi sengsara! Nikmat yang membawa sengsara! Kita liat orang kaya dalam injil hari ini, kekayaan dan menikmati hidupnya di dunia, tidak menghantar dia masuk
surga, memperoleh hidup kekal, sebaliknya siksaan yg kekal! Sementara Lazarus, orang miskin; yang tidak punya apa-apa, malah masuk surga, duduk di pangkuan Abraham!

Saudara-saudariku terkasih, mungkin kita bertanya, apakah Tuhan tidak menghendaki kita kaya? Mengapa orang kaya itu masuk dalam siksaan yang kekal? Mengapa orang miskin ini masuk surga? Dan apa yang harus dipilih dan dilakukan untuk memperoleh hidup berkelimpahan itu?


Saudara-saudariku terkasih, Tuhan Allah kita adalah Allah yang kaya dalam segala hal! Dengan demikian sebagai anak-anak Allah, kita mampu memperoleh semuanya! Tuhan senang melihat kita kaya, dll. Namun Tuhan berharap ditengah kekayaan dunia yang kita miliki, kita masih sanggup dan berani peduli dengan kehidupan orang, khususnya mereka yang sakit, miskin, menderita.


Saudara-saudariku terkasih, kalau kita cermati bacaan Injil tadi, maka kita dapat katakan bahwa orang kaya itu disiksa, bukan karena kekayaannya, tetapi karena sikapnya pada kekayaan (serakah), dan pada sesamanya. Ia tidak berani berkorban, memberi pada orang kecil itu, sekalipun ia dapat melakukan hal ini!

 

Begitu juga dengan orang miskin, lazarus itu, dia masuk surga dan duduk dipangkuan Abraham bukan karena kemiskinannya, tetapi ketulusan hatinya untuk menerima perlakuan orang kaya itu, yang tidak memberinya makan, dan sikapnya yang tidak emosi, dendam dan sakit hati; ia serahkan nasib hidupnya pada Tuhan!


Saudara-saudariku terkasih; bacaan pertama mengingatkan untuk memiliki sikap batin atau sikap hati yang konsisten. Hidup yang tidak mengandalkan hartanya. Kita membutuhkan harta tapi harta rohani jauh lebih penting, utama! Bacaan kedua lebih menunjukan lagi tentang hidup kita sebagai anak-anak Allah, yang tidak hanya hidup dari materi tetapi juga secara rohani! Menjadi anak Allah yang taat dalam segala jalan kebenaranNya! Kita tidak hanya hidup dari dunia saja, tetapi juga dari Allah, untuk hidup yang kekal!


Saudara-saudariku terkasih, apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan 'kenikmatan kita menjadi sukacita, surgaku': pertama, kita butuh harta tetapi itu bukan segalanya! Hidup kita tidak tergantung pada apa yang kita miliki. Bahkan Amsal mengingatkan ,"celakalah orang yang merasa aman," dengan semua yang dimilikinya! Kedua, jadilah Anak Allah yang taat dan setia! Hiduplah dalam iman yang benar, iman yang hidup dalam keadilan, kesabaran dan kesetiaan! Ketiga, jangan pelit, tapi berbagi, bersedekah, terlebih pada kaum miskin! Semoga Tuhan memberkati kita!

Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.