Agenda Paroki

S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Login Email
banner kiri 2019b

We have 66 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 22 September 2019 PDF Print

BERSIKAP BIJAKSANA

 

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hal menarik dari kejadian yang diceritakan dalam Injil hari ini adalah sikap yang ditunjukkan Sang Tuan. Tuan empunya harta ternyata bersikap sangat bijaksana. Mendengar tuduhan yang dituduhkan kepada sang bendaharanya, ia terlebih dahulu memanggil dan meminta pertanggungjawaban atas tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pada akhir dari pemanggilan tersebut, sang bendahara benar-benar berhenti bekerja sebagai bendahara. Tuduhan yang ditujukan kepadanya bisa jadi benar sehingga ia dipecat.

Hal yang baik untuk dipelajari dan ditiru dari perumpamaan Yesus adalah sikap dari tuan bendahara yang tidak langsung percaya atas tuduhan yang ditujukan kepada kepada bendaharanya. Sebagai pemimpin atau tuan yang bijaksana, ia berusaha mencari tahu kebenarannya atau mengadakan klarifikasi. Klarifikasi tersebut tidak dibuat melalui orang lain melainkan langsung dikonfirmasi kepada bendahara yang bersangkutan. Sikap yang ditunjukkan oleh tuan bendahara tersebut adalah contoh sikap yang bijaksana. Ia tidak langsung menghakimi tetapi terlebih dahulu mencari kebenaran yang sesungguhnya sehingga situasi keadaannya menjadi jelas terlebih dahulu. Terlebih kalau kita melihat keadaan di sekeliling kita, ada begitu banyak hal yang kerap merupakan hasil rekayasa (hoaks) entah apapun motifnya. Dalam budaya rekayasa, yang benar bisa saja dibuat menjadi salah, sedangkan yang salah bisa dengan mudah dibenarkan. Yang benar dibenci dan dilawan (bahkan sampai berjilid-jilid) tetapi yang salah malah dibela dan diterima.

 

Berhadapan dengan kenyataan itu, maka kita diharapkan mampu bertindak bijaksana. Berbicara melalui dialog terbuka untuk mengetahui keadaan-situasi yang sebenarnya. Pola pendekatan yang bijaksana inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. “Apabila saudaramu berbuat dosa tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara tersebut tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat, dan jika ia tidak mau mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai” (Mat 18 : 15-17).


Hal yang Yesus tekankan dalam Injil hari ini bukan pada soal kejahatan yang dilakukan oleh si bendahara atau kecerdikan yang ditunjukkannya. Tetapi, tekanannya pada pola pendekatan yang diterapkan oleh Tuan sang bendahara yang harus dikembangkan dalam kehidupan bersama, yakni sikap bijaksana.

 

Kerap kita kurang bijaksana dalam memutuskan sesuatu karena pengamatan yang sesaat. Akibatnya, orang lain dirugikan. Semoga Tuhan melengkapi kita dengan rahmat kebijaksanaan-Nya.


Dikutip dari Buku Ruah.

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.