Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5

Login Email
banner kiri 2019b

We have 368 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 18 Agustus 2019 PDF Print

Kemuliaan Maria

 

Hari ini Gereja merayakan perayaan liturgi Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Dalam Perayaan ini, kepada kita diperdengarkan kisah tentang kunjungan yang dilakukan oleh Maria kepada Elisabet saudarinya. Dikatakan bahwa segera setelah menerima kedatangan Malaikat Tuhan dan mengetahui bahwa Elisabet sedang mengandung, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda atau tepatnya Maria ke rumah Elisabet. Maria segera bergegas, begitulah penulis suci mengkisahkan reaksi yang diiberikan Maria setelah mendengar bahwa Elisabet mengandung dan memasuki usia kandungan yang keenam bulan.

Dalam terminasi bahasa, kata bergegas memiliki pengertian Sesuatu yang dilakukan dengan segera tanpa membuang-buang waktu. Tetapi, dari kata bergegas yang dipakai oleh penulis suci rasanya bukan hanya mengandung niat baik melainkan juga mewujudkan niat baik itu menjadi sebuah tindakan nyata. Dan tindakan nyata yang dilakukan oleh Maria adalah dengan mengunjungi Elisabet saudarinya yang sedang mengandung. Dari reaksi yang dilakukan oleh Maria, kita bisa merenungkan ; kalau Maria begitu mengandung kabar dari Malaikat Tuhan bahwa Elisabet mengandung dan ia bergegas pergi, mewujudkan niat baik untuk membantu Elisabet, maka kemudian kita bisa membandingkan dengan apa yang mungkin sudah menjadi kebiasaan kita untuk dilakukan. Sering kali apa yang kita lakukan hanya berhenti pada niat yang kita miliki saja. Tetapi, kemudian kita tidak berdaya untuk bergegas mewujudkan niat tersebut dalam tindakan nyata. Padahal niat itu hanya bernilai dalam tindakan yang dilakukan. Maria memiliki niat dan ia segera mewujudkan niat itu dalam tindakan meskipun hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

 

Kita juga ingin merenungkan apa yang terjadi ketika Maria berjumpa dengan Elisabet. Dikatakan bahwa ketika kedua wanita ini bertemu, maka anak yang dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan. Kedatangan Maria rupanya telah membawa sukacita melonjak kegirangan. Kedatangan Maria rupanya telah membawa sukacita kepada Elisabet, tetapi bukan hanya Elisabet yang mengalami sukacita tetapi Yohanes yang berada di dalam rahim Elisabet pun melonjak kegirangan. Dari Kenyataan bahwa Elisabet bergembira menyambut kedatangan Maria, kita juga bisa bertanya kepada diri juga membawa kegembiraan bagi orang lain, atau sebaliknya? Apa yang menyebabkan perbedaan? Mengapa kunjungan Maria kepada Elisabet membawa sukacita?

 

Kunjungan Maria kepada Elisabeth membawa sukacita karena dalam kunjungan tersebut Maria membawa Tuhan Yesus dalam dirinya. Sedangkan kita, kunjungan kita kadang tidak membawa sukacita dan kegembiraan bagi orang lain, mengapa? Karena apa yang kita bawa dalam kunjungan kita bukanlah Sabda melainkan gosip dan rasa-rasan yang buruk tentang sesama. Kita tidak membawa kebahagiaan malah sebaliknya membawa perpecahan.

 

Melalui perayaan hari ini kita akhirnya diingatkan diingatkan kembali, jika kita menginginkan kemuliaan Maria terjadi dalam diri kita, maka yang harus kita lakukan adalah berusaha membawa untuk mendapatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, kita berusaha membawa Tuhan kepada sesama dalam hidup sehari-hari, dalam setiap aktivitas, pelayanan dan perjumpaan kita dengan sesama.

Dikutip dari buku ruah

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.