Agenda Paroki

S M T W T F S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email
banner kiri 2019b

We have 42 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 23 Juni 2019 PDF Print

Hati Yang Berbagi

 

Hari ini Gereja merayakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus, dimana tubuh Kristus dibagi – bagi sepanjang masa namun tidak pernah habis, sebab tubuh dan darahNya bukanlah tubuh dan darah dalam arti Kuantitas apalagi biologis. Dalam bacaan Injil dijelaskan kebenaran itu lewat peristiwa penggandaan roti dan ikan yang di awali dari lima roti dan dua ikan. Secara kuantitas mustahil membagi kelima roti dan kedua ikan tersebut untuk lima ribu kaum pria (belum lagi anak – anak dan para wanita yang jumlahnya tentu jauh lebih besar).

Namun, semua itu terjadi berkat permohonan doa dan berkat Allah. Kiranya fakta keterbatasan ekonomi, fisik, jumlah kelompok yang kecil bukanlah menjadi penghalang untuk kepada hal yang besar apalbila didasarkan pada iman kepada Allah.

 

Dalam perayaan kita mengakui Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup Kristiani (Lumen Gentium 11, Katekismus Gereja Katolik, No. 1324) Kristus memberikan Diri seutuhnya demi keselamatan dunia, sehingga roti dan anggur yang telah diskonsekrasi, sungguh – sungguh Tubuh dan Darah Kristus (bdk. 1 Kor 11 : 23 – 29, Yo 6 : 25 – 58). Ketika imam selesai mendaraskan doa konsekrasi, “ Inilah Tubuh-Ku” dan “ Inilah Darah-Ku “, Tuhan mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan DarahNya (Transubstansiasi) dimana substansi dari roti dan anggur berubah menjadi TubuhNya dengan penuh iman.

 

Pesan apa yang hendak kita hayati lewat peristiwa agung ini? Kiranya dengan menyambut tubuh Kristus, kita diutus menjadi roti dan anggur yang dipecahkan dan dibagikan. Kita sebagi umat beriman diutus oleh Kristus untuk menjadi roti dn anggur yang dipecahkan dan dibagi. Kita diutus untuk berkurban demi kebahagiaan dan kebaikan sesama, demi membela kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat. Segala keterbatasan kiranya bukan menjadi penghalang tetapi justru menjadi “ gerbang “ kepasrahan agar bukan aku, bukan kita, tetapi Tuhanlah yang berkarya, kita hanyalah alat – alatnya. Sebagimana Kristus mempersembahkan Diri seutuhnya bagi keselamatan manusia, demikian pula hendaknya kita berkurban mulai dari keluarga, komunitas hingga masyarakat luas bagi keselamatan manusia. Mari kita miliki hati yang berbagi.

Dikutip dari buku Ruah

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.