Agenda Paroki

S M T W T F S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Login Email
banner kiri 2019b

We have 31 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 17 Maret 2019 PDF Print

INILAH PUTRAKU YANG KUKASIHI DENGARKANLAH DIA

 

Saudari-saudara sekalian salam jumpa lagi dalam hari Minggu Prapaska II Tahun C. Pada hari ini kita diajak untuk mengenal lebih jelas siapakah Tuhan Yesus bagi kita dan siapakah atau bagaimanakah atau sejauh manakah kita telah menjadi murid Yesus. Bacaan Pertama hari ini mengingatkan kita akan perjanjian Allah dengan Abraham sang Bapa Bangsa. Janji Allah dengan Abraham meliputi hal-hal bahwa ia akan mendapatkan tanah dan keturunan dan bahwa Abraham menjadi berkat bagi segala bangsa. Allah membawa Abraham keluar dan diminta untuk menghitung bintang di langit untuk menghitung banyaknya keturunannya. Abraham yang sudah tua mempertanyakan kalau ia memang bisa mempunyai keturunan. Abraham pun diminta untuk mempersembahkan korban bakaran untuk meneguhkan keyakinan Abraham atas Janji Allah.

Dalam Bacaan kedua, rasul Paulus mengajak orang Filipi agar mereka teguh dalam Tuhan sebagaimana Paulus dan murid-murid yang lain telah menjadi teguh meskipun harus menghadapi banyak  kesulitan dunia. Paulus sangat prihatin atas banyaknya orang yang telah menjadi musuh salib Kristus dengan hidup yang tertuju pada perkara-perkara duniawi saja. Sambil menangis Paulus menegaskan bahwa kita adalah warga Kerajaan Sorga yang sedang menanti-nantikan Yesus Sang Juruselamat yang akan menjadikan tubuh kita mulia serupa dengan Tubuh-Nya, sesuai dengan kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Bacaan Injil menyampaikan bagaimana Yesus dikenali oleh ketiga orang murid-Nya: Petrus, Yohanes dan Yakobus ketika mereka di atas gunung, sedang berdoa. Penginjil lukas menempatkan peristiwa penampakan kemuliaan Yesus itu justru langsung sesudah peristiwa pengakuan Petrus dan pengajaran Yesus bahwa Putera manusia harus mengalami penderitaan, dibunuh dan bangkit pada hari ketiga serta ajaran Yesus bahwa setiap orang yang mau mengikuti-Nya harus mau menyangkal diri, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Dia. Mendapatkan penampakan yang sangat mengagumkan bahwa pakaian Yesus berubah menjadi putih berkilauan dan pula tampak hadir Musa dan Elia berbicara dengan Yesus; Petrus menawarkan untuk mendirikan tiga kemah. Tetapi awan menaungi mereka dan mereka pun sangat takut, dan dari awan itu terdengar suara “Inilah Putra-Ku yang Aku pilih, dengarkanlah Dia!”. Ketika suara itu terdengar, tampaklah Yesus seorang diri saja. Lukas mengakhiri peristiwa itu dengan menulis bahwa murid-murid itupun merahasiakannya dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat.

 

Saudari-saudara sekalian, beberapa hal yang bisa kita simak dari kisah-kisah bacaan hari ini tentang siapa Yesus. Dari bacaan pertama kita diajak untuk melihat bahwa Yesus adalah pemenuhan janji Allah kepada Abraham bahwa ia mempunyai keturunan dan bahwa ia menjadi berkat bagi seluruh bangsa. Bacaan kedua mengajak kita untuk menjadi teguh dalam iman kepada Kristus karena Ia yang berkuasa menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya akan mengubah tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan Tubuh-Nya yang mulia. Kristuslah yang akan menjamin kita masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Untuk itu kita tidak boleh disibukkan oleh urusan-urusan duniawi saja. Penginjil Lukas menegaskan bahwa Yesus memiliki otoritas bukan dari diri-Nya sendiri melainkan dari ‘Yang di dalam awan’ yang bersuara: “Inilah Putra-Ku yang Aku pilih, dengarkanlah Dia.” Keberadaan-Nya setara dan bahkan lebih besar dari Musa dan Elia. Yesus berbicara dengan Musa dan Elia tentang tujuan dan misi kehadiran-Nya yang akan disempurnakan di Yerusalem. Ketika Petrus dan kawannya sedang mengagumi mereka bertiga, mereka mendapati Yesus seorang diri saja. Dan Yesus itu mengajak mereka untuk turun, menuju Yerusalem yang adalah awal penderitaan-Nya. Sampai pada waktu itu para murid belum sepenuhnya mengerti mengapa Yesus yang mulia itu harus mengalami penderitaan. Penginjil Lukas yang sudah mengalami kebangkitan Yesus mengisahkan ini untuk meneguhkan dan meyakinkan Umat Perdana dan kita semua akan kepastian bahwa Yesus adalah Putera Allah yang menjamin kita masuk sorga. Yesus yang mulia sekaligus juga yang dengan terus terang menyatakan dan mau menjalani salib dan penderitaan.

 

Kita murid-murid Yesus harus yakin bahwa hidup kita terarah dan terjamin untuk masuk kemuliaan sorga. Untuk itu kita diajak untuk menerima dan menekuni jalan salib Yesus dan jalan salib kita setiap hari. Masa Prapaska menjadi kesempatan untuk menimba kekuatan dari Salib Yesus. Kita diajak untuk memaknai hidup kita setiap hari dalam tuntunan dan inspirasi kehendak Tuhan sendiri. Pertanyaannya adalah apakah yang kita lakukan sungguh diinspirasi dan sesuai dengan kehendak Yesus sendiri: semakin memuliakan Allah dan semakin berguna untuk memanusiawikan manusia. Mari amalkan Pancasila: Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat.

(rm pur msc).

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.