Agenda Paroki

S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

Login Email
banner kiri 2019b

We have 255 guests online
Hari Minggu Paskah ke V Tgl 29 April 2018 PDF Print

SUMBER KEKUATAN GEREJA ADALAH KESATUANNYA DENGAN YESUS KRISTUS

 

Saudari-saudara sekalian salam jumpa lagi pada hari MInggu Paska ke 5. Bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita sekalian untuk melihat penting nya pengenalan akan Yesus, kesatuan kita dengan Dia, dan hidup dalam kasih sebagai wujud kesetiaan kepada-Nya. Bacaan Injil melukiskan pentingnya kesatuan itu dalam perumpamaan tentang pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, ia akan berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh 15:5). Bacaan kedua menyampaikan pentingnya hidup dalam kasih sebagai perwujudan kesatuan dan kesetiaan kepada Kristus: "Dan inilah perintah Allah itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya yang diberikan Kristus kepada kita" (1Yoh 3:23). Bacaan pertama menyampaikan bagaimana pengenalan dan kesatuan hidup dalam Kristus itu dihidupi oleh Paulus yang meyakinkan murid-murid yang lain untuk menerima dia dalam kasih persaudaraaan dan dijauhkan dari ketakutan atas tindakan Paulus yang dulu Saulus sang penganiaya orang-orang Kristen. Dalam kebersamaan dengan Paulus dan atas keikutsertaan Paulus mewartakan Injil Kristus, walau pertobatannya unik tidak bersama para rasul, jumlah jemaat bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Kis 9:31)

Saudari-saudara sekalian, melanjutkan permenungan hari-hari minggu sebelumnya: hari Minggu Paska ke-3 kita diajak untuk melihat bagaimana Yesus meyakinkan para murid bahwa ia sungguh bangkit dan memberi perintah agar para murid menjadi saksi-Nya, pada hari Mingu Paska ke-4 kita diajak untuk melihat Yesus yang menegaskan bahwa Diri-Nyalah gembala yang baik yang harus dijadikan model dalam hidup para murid dalam memberikan kesaksian tentang sukacita Injil; pada hari ini kita diajak untuk meyakini bahwa untuk bisa bersaksi dan menjadi gembala baik seperti Yesus, kita perlu tinggal bersatu erat dengan Kristus. Apa artinya tinggal dalam Kristus? Berkat batisan kita secara resmi berhubungan dengan Kristus, tetapi apakah dengan sendirinya kita bersatu dengan Kristus? Sungguh bersatu dengan Kristus bukanlah terjadi secara otomatis, melainkan merupakan suatu proses penghayatan. Manusia menurut kodratnya adalah makhluk sosial. Setiap orang membutuhkan orang lain dan sebaliknya dirinya juga dibutuhkan oleh orang lain.

Dalam semangat persatuan dalam kebhinekaan kita teguhkan kesatuan kita dengan Kristus Sang Pokok Anggur. Dalam pengenalan personal dan keeratan kebenaran kedekatan dengan Kristus semoga kita semakin mampu membuahkan kasih persaudaraan. Kita Bhinneka Kita Indonesia: Mari amalkan Pancasila. Dengannya amanat Kristus kita wujudkan.

(rm puw msc)

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.