Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 69 guests online
HARI MINGGU ADVEN II 2017 PDF Print

BERTOBATLAH

 

Bacaan liturgi : Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8 

190559 392015810912155 2070639796 n1

  

Saudari-saudara sekalian, kita jumpa lagi dalam Minggu Adven II. Oleh tokoh Yohanes Pembaptis, yang berseru-seru di padang gurun, kita diingatkan akan arti dan makna Adven bagi kita. Adven yang bermakna menanti kedatangan ataupun kehadiran Sang Juruselamat, diberi isi dengan bertobat, mengarahkan pandangan ke depan kepada pemenuhan janji Kristus sebagai Juruselamat. Bertobat berarti memperteguh iman kepercayaan akan penyelenggaraan ilahi atas kehidupan kita dan sekaligus melaksanakan tugas kehidupan ini sesuai dengan kehendak dan perutusan Tuhan.

 Bacaan pertama dari Kitab Nabi Yesaya mengajarkan dan sekaligus memberi pengharapan kepada umat bahwa Tuhan pasti datang dengan kemuliaan-Nya untuk memenuhi janji-Nya membawa pengampunan, kebaikan, keadilan, damai sejahtera dan keselamatan. Untuk mewujudkannya, menurut Yesaya, akan datang suara yang berseru-seru di padang gurun: “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!..” Yohanes Pembaptis, seperti yang dikisahkan di dalam Injil, adalah orang yang berseru-seru di padang gurun tersebut. Yohanes menekankan pentingnya pertobatan untuk mempersiapkan jalan Tuhan. Yohanes membaptis sebagai tanda pertobatan meski bukan dia yang harus dinanti-nantikan, tetapi akan datang Yang lebih berkuasa yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dia sendiri, Yohanes, bertindak sebagai yang mempersiapkan jalan bagi-Nya. Kepentingan pertobatan dalam menantikan kedatangan-Nya, juga ditekankan oleh Petrus dalam bacaan kedua: “Seraya menantikan semuanya itu (langit dan bumi yang baru) haruslah kamu berusaha supaya kedapatan tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan Allah, dan dalam perdamaian dengan Dia.” Masalahnya adalah bahwa saat dan waktu terjadinya tidak diketahui pasti. Yang pasti adalah bahwa Tuhan setia akan janjinya dan senantiasa sabar terhadap kita, karena Ia menghendaki supaya kita jangan binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Saudari-saudara terkasih. Masa Adven menjadi kesempatan bagi kita untuk menata diri sebagai murid-murid dan anak-anak Tuhan, menjadi saat kita mewujudkan pertobatan kita. Keadaan dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita menantang kita untuk bertanya diri dan sekaligus melaksanakannya: “Sejauh manakah kita telah melaksanakan perintah Kristus untuk saling mencintai, dalam berbuat sesuatu bagi “saudara-Ku yang paling hina”, dalam ketergerakan hati untuk saudara yang membutuhkan seperti yang sedang jelas kelihatan: mereka yang terdampak peristiwa bencana alam badai tropis dan tanah-tanah longsor. Negeri ini sedang menunjukkan perluanya pertobatan sosiologis di mana penghargaan dan perlakuan adil terhadap setiap warga negara perlu dipulihkan, juga pertobatan ekologis di mana perhatian terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan keseimbangan lingkungan hidup perlu digalakkan. Bukan hanya reaktif tetapi merupakan tugas perutusan kita untuk mewujudnyatakan kehadiran “Juruselamat” belaskasih Tuhan di tengah-tengah kehidupan oleh dan di dalam pribadi kita masing-masing. Selamat merayakan Minggu Adven ke-2. Semoga kita menjadi sarana dan turut terlibat dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan, Juruselamat kita.

 

Tuhan memberkati.
(rmpurmsc)

 

 

Last Updated on Monday, 11 December 2017 15:19
 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.