Agenda Paroki

S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email

We have 84 guests online
Hari Minggu Biasa XXIII PDF Print

PEDULI PADA SESAMA DALAM KASIH KRISTUS

 

 

Bacaan Liturgi : Yeh. 33:7-9Mzm. 95:1-2,6-7,8-9Rm. 13:8-10Mat. 18:15-20

 

Salam jumpa lagi saudari-saudara pada hari Minggu Biasa ke-23. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menegaskan sekali lagi hakekat atau jati diri kita sebagai murid Yesus ataupun orang yang percaya kepada Tuhan atau umat beriman. Iman kepada Kristus kita hidupi dan hayati serta kita tumbuhkan di dalam “Gereja” yakni “persekutuan dan gerakan umat Allah” – seperti dirumuskan dalam ArDas Keuskupan Agung Jakarta. Bentuk dari iman adalah hidup bersama dalam persekutuan dan nyawa atau jiwa dari hidup bersama itu adalah kasih persaudaraan.  “Janganlah berhutang apa-apa kepada siapapun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi”, demikian kata Rasul Paulus kepada Jemaat Roma. Sebab, menurut Paulus, dengan mengasihi kita memenuhi Hukum Taurat atau melaksanakan seluruh kehendak Tuhan. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Sebaliknya, demikian menurut nubuat Yehezkiel pada bacaan pertama: “Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang jahat. Aku (Tuhan) akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari padamu.” Dalam Injil Yesus  menegaskan: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasehatmu engkau telah mendapatkannya kembali.” Demikianlah iman harus nyata di dalam kasih persaudaraan. Dalam kasih persaudaraan seorang beriman bertanggungjawab atas kebaikan dari saudari dan saudaranya.

Hidup bersama dalam persekutuan merupakan hakekat kehidupan iman kita. Semakin memuliakan Tuhan berarti harus nyata dalam semakin sejati membangun persaudaraan yang berbelarasa. Issue pengungsian besar-besaran masyarakat Rohingya menggetarkan hati kita, bukan hanya bereaksi dan berdemo menekan pemerintah sendiri, melainkan untuk bertanya sudah sejauh manakah kita membangun persaudaraan di antara kita? Melalui lingkungan sebagai komunitas basis gerejani di mana para anggota umat beriman itu didekatkan dalam tempat tinggal maupaun dalam perjumpaan dan pengenalan konkrit setiap anggota; persaudaraan sejati dan persekutuan serta gerakan persaudaraan umat Allah itu kita upayakan untuk dibangun dan dihidupi. Tentu persekutuan persaudaraan dapat diwujudkan juga melalui komunitas kategorial, tetapi dalam komunitas territorial yakni lingkungan-lingkungan, tantangan untuk membangun persekutuan dan gerakan yang sejati sungguh riil dan banyak. Maklumlah, dalam lingkungan kita disatukan bukan karena pilihan sendiri melainkan karena kita memilih atau malahan menerima warisan untuk tinggal di suatu tempat tertentu. Dalam lingkungan kita tidak memilih teman ataupun orang-orang tertentu. Keragaman dan kebhinekaan merupakan fakta yang harus diterima. Dalam keadaan ini, sungguh merupakan sukacita dan kebahagiaan jika kita bisa membangun sebuah kebersamaan yang harmonis. Namun untuk itu diperlukan perjuangan. “Gesekan-gesekan pasti bisa terjadi di antara orang yang berbeda-beda meskipun masing-masing ingin berbuat baik”, komentar seorang anggota lingkungan. “Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi secara positif, mau mencoba mengerti dan berterus terang mendekati, menasehati dan/atau memaafkan yang bersangkutan”, kata yang lain. “Dan nasehat ibu”, kata anggota lingkungan yang lain, “kalau kita mendapati air yang keruh, jangan diaduk-aduk terus; diamkanlah sejenak dan biarkan maka sang kopi akan mengendap dan air pun menjadi lebih jernih.” Prinsip dan semangat kristiani seperti yang diajarkan dalam bacaan-bacaan hari ini kiranya akan membantu kita untuk mewujudkan persekutuan dan gerakan umat Allah melalui, di dalam dan bersama lingkungan-lingkungan kita.

                Saudari-saudara, sebentar lagi kita akan memperbaharui kepengurusan lingkungan-lingkungan maupun seksi-seksi dalam Dewan Paroki Bunda Hati Kudus. Semoga ajaran dan panggilan Yesus hari ini menyemangati kita dalam mengupayakannya. Banyak relawan dan pelayan dibutuhkan dalam semangat tanggungjawab hidup bersama dalam persatuan dan persaudaraan demi kemuliaan nama Tuhan. Tetap semangat, makin bersaudara, makin kokoh bekerjasama, amalkan Pancasila.

 

Tuhan memberkati.

 

(rm pur msc).

 

Last Updated on Monday, 11 September 2017 17:07
 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.