Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5

Login Email

We have 41 guests online
Renungan
Hari Minggu Prapaskah V 18 Maret 2018 PDF Print

APABILA AKU DITINGGIKAN DARI BUMI AKU AKAN MENARIK SEMUA ORANG DATANG KEPADA-KU


Saudari-saudara sekalian, kita jumpa lagi dalam Minggu Prapaska ke-5. Kita memasuki hari-hari terakhir sebelum kita merayakan Pekan Suci. Bacaan-bacaan hari Minggu ini mengajak kita sekalian untuk mengarahkan diri kita kepada makna dari peristiwa penyerahan diri Yesus untuk menanggung kesengsaraan-Nya. Beberapa kalimat yang bisa menjadi kalimat kunci permenungan kita ini: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Injil), “Akan tetapi sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya.” (Bacaan ke-2); “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka.” (Bacaan pertama). Dari kalimat-kalimat kunci ini kita dapat merunut sejarah keselamatan bahwa Kristus Yesus telah menjadi pokok kehidupan karena ia sendiri telah mau mati dan jatuh ke dalam tanah. Keselamatan dan buah-buah kehidupan telah dihasilkan berkat kematian Kristus. Mengapa Kristus mau mati? Karena Ia telah belajar taat kepada kehendak Bapa-Nya. Di
dalam diri Kristus itulah segenap hukum Taurat dituliskan Allah ke dalam hati-Nya. Kristus yang memasukkan kehendak ataupun perintah Allah di dalam hati-Nya, sanggup memenuhi kehendak Allah. Sekalipun ada godaan untuk dihindarkan/diselamatkan dari kehendak Tuhan yang mengantar-Nya harus menghadapi penderitaan; Yesus tidak terjatuh di dalam ketidaktaatan. Demikian Ia bersabda: “Bapa, selamatkanlah Aku dari
saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang dalam saat ini.”

Last Updated on Sunday, 18 March 2018 20:37
Read more...
 
Hari Minggu Prapaskah IV 11 Maret 2018 PDF Print

"Terlalu Besar Kasih Bapa"

 

Saudara-saudariku terkasih, apa kabar semuanya? Saya yakin dan percaya Anda sekalian berada dalam keadaan sehat dan hidup penuh berkat dari Tuhan! Sukacita Tuhan melimpah atas Anda semua! Tidak terasa kita telah berada pada minggu Prapaskah IV, atau yang biasa disebut dengan minggu Letare: sukacita, gembira! Tentu kita bisa bertanya dalam hati kok bisa, masa prapaskah, masa sesal tetapi disebut minggu sukacita? Tentu ada alasan yang paling sederhana namun menjadi inti hidup, iman dan sukacita hari ini "Terlalu Besar Kasih Allah atas kita"

Read more...
 
Hari Minggu Prapaskah III 4 Maret 2018 PDF Print

MEMELIHARA DIRI SEBAGAI BAIT KEDIAMAN ALLAH

 

Saudara-saudari sekalian, selamat jumpa lagi dalam renungan berita sepekan. Hari ini kita memasuki Minggu Prapaska ke-3. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk memperteguh keyakinan kita bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Juruselamat bagi kita umat manusia. Artinya hanya di dalam dan dengan tuntunan-Nya-lah kita bisa sampai atau memperoleh keselamatan. Bacaan pertama hari ini menyampaikan kepada kita bagaimana Hukum Allah ataupun 'Sepuluh Perintah Allah' diberikan kepada umat Israel supaya mereka dapat hidup mengasihi Tuhan dan sesama sehingga mendapatkan jaminan kasih setia ataupun keselamatan-Nya.

Last Updated on Sunday, 04 March 2018 08:23
Read more...
 
Hari Minggu Prapaskah II 25 Februari 2018 PDF Print

"Ayoo Berubah dan Mempersembahkan diri padaNya"

 

Saudara-saudariku yang terkasih,

Salloom....! Hari ini kita telah memasuki minggu prapaskah yang kedua. Bacaan- bacaan kitab suci yang kita dengarkan hari ini menampilkan dua tema yang kesannya agak berbeda, yaitu persembahan (bacaan pertama dan kedua) dan perubahan (bacaan Injil).

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama kita mendengarkan kisah Abraham yang berani mempersembahkan putra tunggalnya, Isak, atas permintaan Allah. Allah ingin mencobai Abraham, apakah ia takut akan Allah dan rela memberikan yang terbaik bagi Allah atau tidak? Dan sungguh Abraham takut akan Allah dan rela memberikan putra tunggalnya kepada Allah dan Allah sangat memberkatinya. "Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati Engkau berlimpah-limpah dan keturunan yang sangat banyak! Pengalaman Abraham ini menjadi jaminan bahwa orang yang takut akan Allah dan berani mempersembahkan yang terbaik bagi Allah maka Allah pasti memberkati kita dengan kelimpahan berkatNya.

Saudara-saudariku terkasih, bacaan injil hari berbicara tentang Yesus yang berubah rupa didepan murid-muridNya untuk mencapai kemuliaanNya. Yesus ingin menegaskan kepada murid-muridNya bahwa untuk mencapai kemuliaan dan menjadi anak Allah dibutuhkan perubahan, dan berubahlah pertama-tama dari diri sendiri. Sebelum Yesus merubah murid-murid-Nya, Yesus lebih dahulu merubah diriNya sendiri. Pengalaman Yesus ini menegaskan bahwa untuk menjadi anak Allah dan bisa mencapai kemuliaan maka haruslah berani berubah dan mendengarkan Allah dalam diri putra-Nya!

Saudara-saudariku terkasih, ayolah mempersembahkan diri dan beranilah berubah, tidak usah takut, kuatir, dll karena Allahlah jaminan hidup kita. Paulus dalam bacaan kedua memberikan peneguhan kepada jemaat di Roma agar tidak takut berubah dan mempersembahkan pada Allah karena hidup kita terjamin di tangan Tuhan!

Pastor Hironimus Ronny D

Last Updated on Saturday, 24 February 2018 20:50
 
Hari Minggu Prapaskah I 18 Februari 2018 PDF Print

KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH KEPADA INJIL

 

Saudara-saudara terkasih, selamat jumpa lagi. Hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaska Pertama di Tahun 2018. Masa prapaska ini sudah kita mulai dari hari Rabu lalu yakni Rabu Abu ketika kita ditandai dengan abu dengan seruan "Ingatlah bahwa kita ini berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil". Mengapa Rabu Abu atau bukan Kamis atau Jumat Abu ? Karena untuk menggenapkan masa persiapan Paskah menjadi 40 hari sebagimana Yesus juga mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tugas perutusan Nya dengan tinggal 40 hari di padang gurun. Kalau kita menghitung sampai dengan Minggu Paskah, kita mempunyai 6 (enam) minggu atau 42 hari. Ditambah dengan 4 hari : Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, akan menjadi 46 hari. Karena hari-hari minggu tidak dihitung ke dalam hari puasa, maka genaplah masa prapaskah itu menjadi 40 hari. Masa prapaskah menjadi masa untuk mengingat bahwa jati diri duniawi kita ini adalah fana belaka; akan berakhir dengan kematian dan menjadi tanah atau debu atau abu asal kita. Namun demikian, Allah sungguh mengasihi kita. Kita diberi nafas hidup-Nya sendiri. Kita tidak dibiarkan binasa melainkan hidup yang kekal. Untuk itu, Putra-Nya yang Tunggal telah mau menjadi manusia, merasakan dan mengalami kelemahan serta kerapuhan manusia, susah dan penderitaan manusia namun tanpa jatuh ke dalam dosa; supaya manusia yang rapuh dan mudah jatuh ke dalam dosa boleh menimba kekuatan daripada-Nya untuk memperoleh hidup yang kekal. Dari pihak manusia, supaya kita bisa diselamatkan; kita perlu bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah dan cara hidup Yesus yang menjadi jalan untuk menuju kehidupan yang kekal itu.

 

Bacaan pertama Minggu Prapaskah pertama ini mengisahkan tentang janji Allah sesudah air bah yang membinasakan semua nya kecuali Nuh dan yang ada di dalam bahteranya. Sesudah air bah itu, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada air bah lagi untuk memusnahkan bumi. Allah mengadakan perjanjian lagi karena sejak semula Allah telah menghendaki kebaikan dan bukan kebinasaan manusia. Selama masih ada pelangi (busur yang diletakkan Tuhan diatas awan) maka Tuhan akan senantiasa ingat akan perjanjian-Nya. Perjanjian itu diperbarui dan diteguhkan secara radikal di dalam diri Yesus sebagaimana diungkapkan di dalam bacaan kedua. "Kristus yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah." Sebagai manusia Yesus turut mengalami akibat kerapuhan yakni penderitaan dan maut tetapi dibangkitkan menurut Roh atas kesetiaan-Nya pada kehendak Allah. Demikian Yesus menghadirkan Kerajaan Allah. Dalam diri-Nya Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus menjadi Injil, kabar gembira, jalan, kebenaran dan hidup. Bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah hidup Yesus dan mengikuti jalan hidup Yesus adalah jalan keselamatan kekal.

 

Saudari-saudara sekalian, masa prapaskah menjadi masa puasa bagi kita untuk mengingatkan kita akan sabda Yesus: "Manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah", "Jangan mencobai Tuhan Allahmu", dan "Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti".  Puasa bukan saja soal makan dan tidak makan melainkan soal semakin menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan, tidak egois dan tidak mengumbar hawa nafsu untuk kepentingan duniawi atau badani, dan semakin menjadi sesama bagi yang lain. Bertobat berarti menjadi semakin baik: bagaimana kita memaksimalkan diri dalam kegunaan untuk karya Tuhan demi datangnya Kerajaaan Allah dalam kerukunan, belas kasih dan damai sejahtera. Percaya kepada Injil berarti percaya akan kehidupan yang kekal. Hidup tidak berhenti pada kehidupan sekarang, di sini di dunia ini. Kita bukan pecundang, bukan pesaing, dan bukan musuh untuk mengangkangi kehidupan duniawi melainkan menjadi sesama demi kemajuan kehidupan setiap diri yang dicintai oleh Tuhan. Dalam konteks Indonesia kita diungan untuk menjadi saudara satu dengan yang lain dalam keragaman dan perbedaan yang ada: "Kita Bhinneka - Kita Indonesia, bersatu membangun bersama."

Mari amalkan Pancasila. Salam Persatuan. (rm pur).

 

Last Updated on Sunday, 18 February 2018 12:47
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 2 of 11


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.