Agenda Paroki

S M T W T F S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email
banner kiri baru

We have 273 guests online
Renungan
Hari Minggu Prapaskah II 25 Februari 2018 PDF Print

"Ayoo Berubah dan Mempersembahkan diri padaNya"

 

Saudara-saudariku yang terkasih,

Salloom....! Hari ini kita telah memasuki minggu prapaskah yang kedua. Bacaan- bacaan kitab suci yang kita dengarkan hari ini menampilkan dua tema yang kesannya agak berbeda, yaitu persembahan (bacaan pertama dan kedua) dan perubahan (bacaan Injil).

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama kita mendengarkan kisah Abraham yang berani mempersembahkan putra tunggalnya, Isak, atas permintaan Allah. Allah ingin mencobai Abraham, apakah ia takut akan Allah dan rela memberikan yang terbaik bagi Allah atau tidak? Dan sungguh Abraham takut akan Allah dan rela memberikan putra tunggalnya kepada Allah dan Allah sangat memberkatinya. "Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati Engkau berlimpah-limpah dan keturunan yang sangat banyak! Pengalaman Abraham ini menjadi jaminan bahwa orang yang takut akan Allah dan berani mempersembahkan yang terbaik bagi Allah maka Allah pasti memberkati kita dengan kelimpahan berkatNya.

Saudara-saudariku terkasih, bacaan injil hari berbicara tentang Yesus yang berubah rupa didepan murid-muridNya untuk mencapai kemuliaanNya. Yesus ingin menegaskan kepada murid-muridNya bahwa untuk mencapai kemuliaan dan menjadi anak Allah dibutuhkan perubahan, dan berubahlah pertama-tama dari diri sendiri. Sebelum Yesus merubah murid-murid-Nya, Yesus lebih dahulu merubah diriNya sendiri. Pengalaman Yesus ini menegaskan bahwa untuk menjadi anak Allah dan bisa mencapai kemuliaan maka haruslah berani berubah dan mendengarkan Allah dalam diri putra-Nya!

Saudara-saudariku terkasih, ayolah mempersembahkan diri dan beranilah berubah, tidak usah takut, kuatir, dll karena Allahlah jaminan hidup kita. Paulus dalam bacaan kedua memberikan peneguhan kepada jemaat di Roma agar tidak takut berubah dan mempersembahkan pada Allah karena hidup kita terjamin di tangan Tuhan!

Pastor Hironimus Ronny D

Last Updated on Saturday, 24 February 2018 20:50
 
Hari Minggu Prapaskah I 18 Februari 2018 PDF Print

KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH KEPADA INJIL

 

Saudara-saudara terkasih, selamat jumpa lagi. Hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaska Pertama di Tahun 2018. Masa prapaska ini sudah kita mulai dari hari Rabu lalu yakni Rabu Abu ketika kita ditandai dengan abu dengan seruan "Ingatlah bahwa kita ini berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil". Mengapa Rabu Abu atau bukan Kamis atau Jumat Abu ? Karena untuk menggenapkan masa persiapan Paskah menjadi 40 hari sebagimana Yesus juga mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tugas perutusan Nya dengan tinggal 40 hari di padang gurun. Kalau kita menghitung sampai dengan Minggu Paskah, kita mempunyai 6 (enam) minggu atau 42 hari. Ditambah dengan 4 hari : Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, akan menjadi 46 hari. Karena hari-hari minggu tidak dihitung ke dalam hari puasa, maka genaplah masa prapaskah itu menjadi 40 hari. Masa prapaskah menjadi masa untuk mengingat bahwa jati diri duniawi kita ini adalah fana belaka; akan berakhir dengan kematian dan menjadi tanah atau debu atau abu asal kita. Namun demikian, Allah sungguh mengasihi kita. Kita diberi nafas hidup-Nya sendiri. Kita tidak dibiarkan binasa melainkan hidup yang kekal. Untuk itu, Putra-Nya yang Tunggal telah mau menjadi manusia, merasakan dan mengalami kelemahan serta kerapuhan manusia, susah dan penderitaan manusia namun tanpa jatuh ke dalam dosa; supaya manusia yang rapuh dan mudah jatuh ke dalam dosa boleh menimba kekuatan daripada-Nya untuk memperoleh hidup yang kekal. Dari pihak manusia, supaya kita bisa diselamatkan; kita perlu bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah dan cara hidup Yesus yang menjadi jalan untuk menuju kehidupan yang kekal itu.

 

Bacaan pertama Minggu Prapaskah pertama ini mengisahkan tentang janji Allah sesudah air bah yang membinasakan semua nya kecuali Nuh dan yang ada di dalam bahteranya. Sesudah air bah itu, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada air bah lagi untuk memusnahkan bumi. Allah mengadakan perjanjian lagi karena sejak semula Allah telah menghendaki kebaikan dan bukan kebinasaan manusia. Selama masih ada pelangi (busur yang diletakkan Tuhan diatas awan) maka Tuhan akan senantiasa ingat akan perjanjian-Nya. Perjanjian itu diperbarui dan diteguhkan secara radikal di dalam diri Yesus sebagaimana diungkapkan di dalam bacaan kedua. "Kristus yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah." Sebagai manusia Yesus turut mengalami akibat kerapuhan yakni penderitaan dan maut tetapi dibangkitkan menurut Roh atas kesetiaan-Nya pada kehendak Allah. Demikian Yesus menghadirkan Kerajaan Allah. Dalam diri-Nya Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus menjadi Injil, kabar gembira, jalan, kebenaran dan hidup. Bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah hidup Yesus dan mengikuti jalan hidup Yesus adalah jalan keselamatan kekal.

 

Saudari-saudara sekalian, masa prapaskah menjadi masa puasa bagi kita untuk mengingatkan kita akan sabda Yesus: "Manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah", "Jangan mencobai Tuhan Allahmu", dan "Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti".  Puasa bukan saja soal makan dan tidak makan melainkan soal semakin menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan, tidak egois dan tidak mengumbar hawa nafsu untuk kepentingan duniawi atau badani, dan semakin menjadi sesama bagi yang lain. Bertobat berarti menjadi semakin baik: bagaimana kita memaksimalkan diri dalam kegunaan untuk karya Tuhan demi datangnya Kerajaaan Allah dalam kerukunan, belas kasih dan damai sejahtera. Percaya kepada Injil berarti percaya akan kehidupan yang kekal. Hidup tidak berhenti pada kehidupan sekarang, di sini di dunia ini. Kita bukan pecundang, bukan pesaing, dan bukan musuh untuk mengangkangi kehidupan duniawi melainkan menjadi sesama demi kemajuan kehidupan setiap diri yang dicintai oleh Tuhan. Dalam konteks Indonesia kita diungan untuk menjadi saudara satu dengan yang lain dalam keragaman dan perbedaan yang ada: "Kita Bhinneka - Kita Indonesia, bersatu membangun bersama."

Mari amalkan Pancasila. Salam Persatuan. (rm pur).

 

Last Updated on Sunday, 18 February 2018 12:47
 
Hari Minggu Biasa VI 11 Februari 2018 PDF Print

Tuhan Pasti Sanggup Menyembuhkanmu

yesus-menyembuhkan-orang-kusta-1Saudara-saudariku terkasih, hari ini kita merayakan hari Minggu Orang Sakit sedunia! Gereja memberikan waktu istimewa untuk mengingat dan mendoakan orang-orang sakit, khususnya warga Gereja Katolik! Gereja mau menampakan kemurahan hati Allah yang berbelaskasih. Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit, baik ringan maupun berat! Dan sakit yang berat kadang-kadang bisa membuat iman kita lemah, terlebih saat kita sudah berusaha dan berjuang sampai habis-habisan tapi tak kunjung sembuh juga! Kadang iman kita lemah dan putus harapan. Bacaan-bacaan hari ini memberi kita kekuatan untuk tetap tabah, sabar dan tegar menghadapi penderitaan kita karena Yesus sanggup memulihkan segalanya!


Saudaraku yang terkasih, merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini, mengingatkan saya akan sebuah lagi rohani yang indah. Sebagian dari syair lagu tersebut adalah "ketika kupercaya mujizat itu nyata, bukan karna kekuatan namun RohMu ya Tuhan, ketika kuberdoa Mujizat itu nyata". Ada tiga kekuatan besar yang sanggup memulihkan dan menyembuhkan hidup kita, khususnya sakit penyakit yang kita alami, yaitu: iman- percaya, doa-harapan dan Roh Kudus Tuhan! Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Penyakit yang sakit menjijikan dan menakutkan pada zaman Yesus. Dan itu digambarkan dalam bacaan pertama tadi, orang kusta itu najis, harus diasingkan dan bahkan dilihat sebagai orang yang mendapat kutuk. Penyakit yang sulit disembuhkan pada waktu itu. Namun pada Yesus tidak ada yang tidak mungkin! Orang kusta ini datang pada Yesus, mohon disembuhkan berbekal iman-percayanya kepada Yesus! Yang menarik dari orang kusta ini adalah ia tidak mengandalkan kerinduan dan kekuatan yang ada padanya, tetapi justru kemauan dan kekuatan Tuhan, inilah iman sejati yang melahirkan tekad yang luar biasa! Sejenak kita melihat rumusan doa dari orang kusta ini adalah "jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku". Ungkapan yang sederhana namun tersembunyi iman yang besar, ia percaya kekuatan dan kesembuhan berasal dari Tuhan! Harus orang kusta ini menggunakan rumusan kata-kata "Tuhan saya mau sembuh dari penyakit ini". Orang kusta ini memberi teladan pada kita, untuk dalam doa dan permohonan kita hendak kita mencari apa yang Tuhan kehendaki untuk kita! Tuhan tau yang dibutuhkan orang kusta ini adalah kesembuhan jasmani dan rohaninya!


Saudara-saudariku terkasih, dalam bacaan kedua, rasul Paulus mengingatkan umat di Korintus untuk bisa menjadi pengikut Yesus, yang membawa sukacita dan keselamatan bagi orang lain! Apa hubungannya dengan orang sakit? Paus Fransiskus dalam pesannya di hari orang sakit sedunia hari ini, tidak hanya memberi pesan kepada mereka yang sakit tetapi kepada yang sehat, yang mendapat tugas mulia merawat orang sakit. Paus mengingatkan pentingnya kemurahan dan belaskasih yang tulus dalam merawat orang-orang sakit, memang tidak mudah, tetap itulah penggilan kita! Kata Paulus, jadilah pengikut Kristus sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Jadilah penyembuh seperti Yesus melalui sikap dan tutur kata serta perilaku kita yang penuh belaskasih! Dengan demikian orang disembuhkan bukan hanya dengan obat-obatan saja, melainkan juga dengan kasih dan pengharapan yang tulus!

 

Saudaraku terkasih, tak satupun derita, masalah seberat apapun yang tak dapat dipulihkan dan disembuhkan oleh Yesus! Mujizat itu nyata dan masih terjadi sekarang ini, asal kita bersandar pada kuat kuasa Allah! Iman, harap dan kasih ada taruhannya! Jangan berhenti berharap, percaya dan berdoalah pada Yesus, penyembuh yang sejati.

 

Tuhan Memberkati

 

Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

Last Updated on Monday, 12 February 2018 22:26
 
Hari Minggu Biasa V, 4 Februari 2018 PDF Print

FOKUS PADA MISI

 

 

Semua orang suka menjadi terkenal. Lebih dari itu, orang suka juga, jika ia merasa dibutuhkan. Ketika orang sudah dicari-cari karena bakat dan kemampuannya, cenderung orang menjadi lebih tinggi hati dan sombong mengejar keuntungan sebesar-besarnya untuk diri sendiri... akan tetapi, ada juga yang sudah terkenal dan dicari-cari tetap menjadi orang yang rendah hati dan suka membantu orang lain.

 

Sahabat terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain. Ia juga dikisahkan mengajar di kota-kota lain. Akan tetapi menarik disana bahwa ketika banyak orang datang mencari Dia, Ia malah pergi. Kepergian Yesus bukan tanpa tujuan tetapi agar Ia dapat mewartakan Injil di tempat-tempat lain juga. Yesus pergi karena Ia tahu tugas perutusan-Nya. Ia juga pergi karena orang mencari Dia bukan pertama-tama karena mereka percaya akan pengajaran-Nya, tetapi karena mereka telah mengalami kesembuhan.

 

Sahabat terkasih, terkadang kita mencari Yesus hanya karena kita membutuhkan sesuatu bukan karena pertama-tama kita percaya. Kita ingin sesuatu dari Yesus sehingga kita datang kepada-Nya. Oleh karena itu, datanglah kepada Yesus kapan pun dan dimanapun.

 

Injil hari ini juga mengajak kita untuk tetap bersikap rendah hati dan tahu tujuan hidup kita. Kita semua dipanggil untuk mewartakan Sabda Tuhan dalam kehidupan kita lewat sikap dan tindakan kita. Kerendahan hati memampukan kita untuk bisa mengasihi orang lain. Kita menyadari bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Ada orang lain yang dengan caranya sendiri telah membantu kita untuk mewujudkan impian-impian kita. Kesadaran inilah yang memampukan kita untuk mencintai dan mengasihi orang lain dengan tulus. Inilah tujuan hidup kita yakni mengasihi sesama kita. Jika kita tidak mampu mengasihi orang lain, maka apa yang kita peroleh dan dapatkan sia-sia belaka. Oleh karena itu, marilah kita mengasihi sesama kita karena mengasihi adalah pewartaan yang hidup.

 

Dikutip dari buku Percikan Hati.

 

 
Hari Minggu Biasa IV 28 Januari 2018 PDF Print

"Hidup yang Penuh Kuasa Allah"

Hidup yang Penuh Kuasa Allah
Saudara-saudariku terkasih, kita pernah mendengar ungkapan "ingin hati memeluk gunung, tetapi apa daya tangan tak sampai"! Secara umum ungkapan ini mau menjelaskan suatu kenyataan yg sering terjadi dalam hidup kita bahwa kadangkala ada sesuatu yg kita inginkan terjadi dalam hidup kita, tapi tdak sanggup kita wujudkan karena keterbatasan manusiawi kita, terlebih faktor fisik, materi, ekonomi! Atau sering juga kita mendengarkan orang mengeluh kenapa "orang lain hidupnya baik, bertumbuh dan bahagia, sementara saya penuh perjuangan, apakah Tuhan hanya berpihak pada mereka saja? Apakah Tuhan memang adil dan mahapengasih? Sebaliknya ada orang yg berprinsip "kalau dia bisa, aku juga bisa". Ungkapan ini jauh lebih optimis dan percaya akan kemampuan, kuasa Allah, yang ada dalam dirinya!

Saudaraku terkasih, setiap manusia diberkati dan diberi kuasa oleh Allah, agar mampu mengolah hidupnya untuk bisa bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah yg berkelimpahan! Tuhan Yesus telah bersabda, "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan". Yesus juga telah menegaskan, Ia akan menyertai kita sampai akhir jaman! Penyertaan Tuhan, kuasa Tuhan melimpah atas kita! Yeremia mengatakan sejak dari kandungan ibu kita, Allah telah kuduskan kita! Pernyataan- pernyataan Alkitab ini menegaskan kepada kita semua tentang kuasa Allah yg ada dlm diri kita! Persoalannya ialah bagaimana agar kuasa Allah itu meraja, dan membuat hidup kita penuh dengan kuasaNya dan menghasilkan buah kebahagian?

Bacaan- bacaan hari ini memberikan kita kekuatan dan harapan untuk bisa menemukan hidup yg penuh kuasa Allah itu, pertama: hiduplah sebagai pribadi yg dikuduskan dan diberkati Allah, dengan cara percaya pada Allah dan ikuti perintahNya, bertanggung jawablah kepada Allah! Kedua, melihat dunia dan segala isinya sebagai wujud kasih Allah dan sarana untuk menemukan Allah! Fokus pada Allah saja yang menjadikan segalanya! Dalam bacaan kedua Rasul Paulus menegaskan "arahkanlah hidupmu pada perkara Tuhan, supaya jiwa dan ragamu terpelihara dalam Tuhan! Kuasa Allah akan menjadi kuat dan berbuah baik apabila kita juga mengarahkan pikiran dan kehendak kita pada jalan- jalan dan kehendak Tuhan! Yang ketiga, apa yang kau ucapkan hendaklah kau hayati, dan apa yg kau hayati hendaklah kau lakukan! Yesus mengajar penuh kuasa dan melahirkan mujizat kesembuhan bagi banyak orang karena Yesus mengajar tidak hanya dengan kata- kata tetapi juga melakukannya! Itu yang membedakannya dengan ahli-ahli taurat, yang hanya mengajar tetapi tidak melakukannya! Keempat, hidup kita akan penuh kuasa Allah kalau kita sanggup menghalau kuasa kegelapan, setan dalam hidup kita! Kuasa Yesus menjadi semakin jelas dan diakui ketika Ia berhasil mengusir setan, kuasa kegelapan dalam diri seseorang di bait Allah! Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kuasa Allah menjadi penuh dalam diri kita bila berani mengusir kuasa kejahatan dalam diri dan hidup kita.

Saudara-saudariku terkasih, hidup ini adalah pemberian Tuhan indah dan penuh kuasa, maka marilah kita mengisinya dengan segala kehendakNya! Kita hidup dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan! Kuasa Allah melimpah dalam hidup kita, jangan sia-siakan agar hidup kita oleh kuasaNya berkelimpahan berkat!

 

Semoga Tuhan memberkati kita!

Pastor Ronny Dahua MSC

Last Updated on Monday, 29 January 2018 19:56
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 8 of 16


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.