Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 6 guests online
Renungan
HARI MINGGU BIASA XXXIII PDF Print

 

MENJADI HAMBA YANG SETIA DAN BERTANGGUNGJAWAB

 

Bacaan Liturgi :Ams 31:10-13,19-20,30-31; Mzm 128:1-2,3,4-5; 1Tes 5:1-6; Mat 25:14-30

 

 0000-00-parable-of-the-talents-59-blog-image

Saudara-saudariku yang terkasih,  setiap orang dapat mengatakan sesuatu tentang hidup ini, berdasarkan pengalaman yang dialaminya. Ada orang yang mengatakan hidup ini adalah anugerah. Ada yg katakan hidup ini adalah perjuangan. Yang lain katakan hidup ini adalah kesempatan dan juga pilihan. Pada dasarnya ungkapan – ungkapan  ini tidak ada salahnya, karena sebagai orang beriman, percaya pada penyelenggaraan Tuhan, Tuhanlah asal segalanya, pencipta segalanya! Sebagai yang empunya hidup ini, terlebih kita semua sebagai putra-putri kesayangan-Nya, Tuhan mempunyai rencana yang indah yaitu agar kita boleh mengambil bagian dalam karya dan rencana-Nya yang menyelamatkan. Tuhan menaruh kepercayaan atas diri kita masing – masing ! Tuhan menganggap kita layak dan mampu untuk melakukan tugas yang dipercayakanNya pada kita!.

Last Updated on Sunday, 19 November 2017 09:00
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA XXXI PDF Print

MEMIMPIN DENGAN MELAYANI DALAM CINTAKASIH

 

 

Bacaan Liturgi : Mal. 1:14b-2:2b,8-10; Mzm. 131:1,2,3; 1Tes. 2:7b-9,13; Mat. 23:1-12

 

 

 Respect

 

 

Saudari-saudara, kita jumpa lagi pada hari Minggu Biasa ke-31. Mengawali renungan minggu ini saya akan menceritakan pengalaman yang lucu, menjengkelkan tetapi juga menegur yang terjadi beberapa waktu yang lampau. Kebetulan saya dari pelayanan di rumah duka, diajak mampir untuk makan malam di warung pinggiran depan toko-toko yang sudah tutup di malam hari itu. Sementara kami menikmati makanan, biasalah di sana datang silih berganti para penyanyi jalanan yang mengharapkan uang recehan dari para pelanggan. Lewatlah juga seseorang dengan gaya gemulai, biar lengan berotot tapi baju yukensi, menyanyikan lagu “andaikan aku lakukan yang luhur mulia..” dilanjutkan dengan sedikit ucapan-ucapan ketus “pret ahh kupret banyak cerewet..” Saya spontan berbicara dengan keluarga yang mengajak makan itu bahwa mengapa dia nyanyi begitu, mengapa barangkali ia tahu kalau saya ini seorang imam. Keluarga itu hanya berkomentar: “ah si pastor sih baper saja, dia kan bisa menebak siapa yang makan makanan begini di pinggir jalan. Itu teguran buat semua yang suka menyanyikannya kali.” Tapi saya kaget saja lagu itu dinyanyikan oleh seorang “bencong” yang sejujurnya biasa saya takut terhadapnya. Di mulutnya, nyanyian itu berbunyi: “Kalian hanya bisa bernyanyi atau  berbicara tetapi tidak melakukannya juga!”

Last Updated on Monday, 06 November 2017 13:52
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA XXIX PDF Print

BOLEHKAH MEMBAYAR PAJAK KEPADA KAISAR?

 

 Bacaan Liturgi : Yes. 45:1,4-6Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac1Tes. 1:1-5bMat. 22:15-21

 

 Untitled

 

“Mengabdi kepada dua tuan.” Bolehkah? Bagi Yesus itu jelas tidak boleh: “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan…” (Mat 6:24). Haruskah seorang membayar pajak kepada kaisar? Menurut Yesus itu wajib: “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar…”(Mat 22:21). Apakah jawaban Yesus atas pertanyaan tentang membayar kepada kaisar ini tidak bertentangan dengan ajaran Yesus tentang tidak boleh mengabdi kepada dua tuan? Apa hubungannya antara mengabdi dan membayar pajak? Hhh orang Farisi hanya suka cari-cari masalah saja.

Last Updated on Thursday, 26 October 2017 18:30
Read more...
 
Hari Minggu Biasa XXIII PDF Print

PEDULI PADA SESAMA DALAM KASIH KRISTUS

 

 

Bacaan Liturgi : Yeh. 33:7-9Mzm. 95:1-2,6-7,8-9Rm. 13:8-10Mat. 18:15-20

 

Salam jumpa lagi saudari-saudara pada hari Minggu Biasa ke-23. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menegaskan sekali lagi hakekat atau jati diri kita sebagai murid Yesus ataupun orang yang percaya kepada Tuhan atau umat beriman. Iman kepada Kristus kita hidupi dan hayati serta kita tumbuhkan di dalam “Gereja” yakni “persekutuan dan gerakan umat Allah” – seperti dirumuskan dalam ArDas Keuskupan Agung Jakarta. Bentuk dari iman adalah hidup bersama dalam persekutuan dan nyawa atau jiwa dari hidup bersama itu adalah kasih persaudaraan.  “Janganlah berhutang apa-apa kepada siapapun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi”, demikian kata Rasul Paulus kepada Jemaat Roma. Sebab, menurut Paulus, dengan mengasihi kita memenuhi Hukum Taurat atau melaksanakan seluruh kehendak Tuhan. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Sebaliknya, demikian menurut nubuat Yehezkiel pada bacaan pertama: “Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang jahat. Aku (Tuhan) akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari padamu.” Dalam Injil Yesus  menegaskan: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasehatmu engkau telah mendapatkannya kembali.” Demikianlah iman harus nyata di dalam kasih persaudaraan. Dalam kasih persaudaraan seorang beriman bertanggungjawab atas kebaikan dari saudari dan saudaranya.

Last Updated on Monday, 11 September 2017 17:07
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA XIII PDF Print

MENGIKUTI YESUS DENGAN SEPENUH DIRI

 

Bacaan Liturgi : 2Raj. 4:8-11,14-16aMzm. 89:2-3,16-17,18-19Rm. 6:3-4,8-11;Mat. 10:37-42

 

 

 

Saudari-saudara terkasih,  kita masuk dalam Hari Minggu ke-13 dalam Tahun A. Bacaan-bacaan pada hari ini menantang kita untuk menilai diri, sejauh manakah kita benar-benar sudah menjadi orang katolik ataupun murid-murid Yesus. Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menegaskan bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis  dalam kematian-Nya. Baptisan dikenal sebagai sakramen inisiasi. Inisiasi berasal dari kata bahasa Latin, initium, yang berarti masuk atau permulaan, secara harafiah berarti masuk ke dalam. Dalam perlambangan, masuk ke dalam air berarti ikut mati bersama Kristus dan keluar dari air berarti bangkit dan hidup baru bersama Kristus. Pemaknaannya, ketika kita dibaptis, kita dimasukkan ke dalam keanggotaan Kristus. Dari pihak Kristus kita telah ditebus dengan kematian-Nya, dari pihak yang dibaptis ada kemauan untuk hidup baru menurut cara hidup Yesus. Sesudah dibaptis semestinya kita akan hidup menurut cara hidup Yesus.

Bacaan Injil mengajak kita untuk mengevaluasi apakah kita memang sudah hidup menurut Yesus Kristus. Sepertinya ini sangat tidak Indonesia banget. Dari kecil kita diajar untuk mencintai keluarga lebih dari segala sesuatu. Namun bagi murid-murid Yesus, Ia berkata: “Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada mengasihi Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan siapa saja yang mengasihi putranya atau putrinya lebih dari mengasihi Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Sangat radikal atau Yesus sangat egois? Tapi sebentar, dalam ayat berikutnya Yesus mengatakan: “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, …..barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku,

Last Updated on Saturday, 01 July 2017 10:28
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 7 of 14


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.