Agenda Paroki

S M T W T F S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email
banner kiri baru

We have 272 guests online
Renungan
Hari Minggu Paskah ke V Tgl 29 April 2018 PDF Print

SUMBER KEKUATAN GEREJA ADALAH KESATUANNYA DENGAN YESUS KRISTUS

 

Saudari-saudara sekalian salam jumpa lagi pada hari MInggu Paska ke 5. Bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita sekalian untuk melihat penting nya pengenalan akan Yesus, kesatuan kita dengan Dia, dan hidup dalam kasih sebagai wujud kesetiaan kepada-Nya. Bacaan Injil melukiskan pentingnya kesatuan itu dalam perumpamaan tentang pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, ia akan berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh 15:5). Bacaan kedua menyampaikan pentingnya hidup dalam kasih sebagai perwujudan kesatuan dan kesetiaan kepada Kristus: "Dan inilah perintah Allah itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya yang diberikan Kristus kepada kita" (1Yoh 3:23). Bacaan pertama menyampaikan bagaimana pengenalan dan kesatuan hidup dalam Kristus itu dihidupi oleh Paulus yang meyakinkan murid-murid yang lain untuk menerima dia dalam kasih persaudaraaan dan dijauhkan dari ketakutan atas tindakan Paulus yang dulu Saulus sang penganiaya orang-orang Kristen. Dalam kebersamaan dengan Paulus dan atas keikutsertaan Paulus mewartakan Injil Kristus, walau pertobatannya unik tidak bersama para rasul, jumlah jemaat bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Kis 9:31)

Saudari-saudara sekalian, melanjutkan permenungan hari-hari minggu sebelumnya: hari Minggu Paska ke-3 kita diajak untuk melihat bagaimana Yesus meyakinkan para murid bahwa ia sungguh bangkit dan memberi perintah agar para murid menjadi saksi-Nya, pada hari Mingu Paska ke-4 kita diajak untuk melihat Yesus yang menegaskan bahwa Diri-Nyalah gembala yang baik yang harus dijadikan model dalam hidup para murid dalam memberikan kesaksian tentang sukacita Injil; pada hari ini kita diajak untuk meyakini bahwa untuk bisa bersaksi dan menjadi gembala baik seperti Yesus, kita perlu tinggal bersatu erat dengan Kristus. Apa artinya tinggal dalam Kristus? Berkat batisan kita secara resmi berhubungan dengan Kristus, tetapi apakah dengan sendirinya kita bersatu dengan Kristus? Sungguh bersatu dengan Kristus bukanlah terjadi secara otomatis, melainkan merupakan suatu proses penghayatan. Manusia menurut kodratnya adalah makhluk sosial. Setiap orang membutuhkan orang lain dan sebaliknya dirinya juga dibutuhkan oleh orang lain.

Dalam semangat persatuan dalam kebhinekaan kita teguhkan kesatuan kita dengan Kristus Sang Pokok Anggur. Dalam pengenalan personal dan keeratan kebenaran kedekatan dengan Kristus semoga kita semakin mampu membuahkan kasih persaudaraan. Kita Bhinneka Kita Indonesia: Mari amalkan Pancasila. Dengannya amanat Kristus kita wujudkan.

(rm puw msc)

 
Hari Minggu Paskah ke IV Tgl 22 April 2018 PDF Print

"RA Kartini dan Gembala Yang Baik"


Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus! Hari ini kita merayakan hari minggu paskah ke empat atau hari minggu Panggilan! Tema bacaan- bacaan hari ini adalah "Yesus Sang Gembala Baik". Dalam setiap pewarataan InjilNya, Yesus sering menggunakan perumpaan! Hal ini agar mudah dimengerti oleh pendengarnya! Pernah Dia mengatakan Akulah Terang dan Garam dunia, Akulah pokok anggur yang benar! Semua ini adalah kebenaran iman! Hari ini Yesus berbicara tentang Akulah Gembala yang baik!


Saudaraku Terkasih, mengapa Yesus menyebut diriNya sebagai gembala? Karena kita adalah domba-dombaNya yang tercinta! Sebagai seorang Gembala yang baik, Yesus menunjukkan ciri-ciri dan sikap hidupNya: pertama, mengenal domba-dombaNya. Yesus sangat mengenal kita masing-masing, Yeremia 1:5 mengatakan Aku telah mengenal engkau sejak dari kandungan ibumu, dan menguduskan engkau sebelum engkau keluar dari rahim ibumu untuk menjadi nabi-nabi bagi bangsa-bangsa! Dalam bacaan kedua Yohanes menegaskan kita adalah anak-anak Allah! Oleh Kasih Allah kita diselamatkan! Kedua, memberikan nyawa bagi domba-dombaNya! Sebagai Gembala yang baik, Yesus memberikan nyawanya di altar salib dan Ekaristi! Itulah kesetiaan Yesus Sang Gembala Agung! Yesus menjadi jaminan keselamatan kita! Barang siapa makan tubuhKu dan minum darahKu, akan memperoleh hidupku yang kekal! Ketiga, melindungi dan menuntun domba-dombaNya!


Saudaraku terkasih, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menjadi domba dan Gembala yang baik! Kita diajak untuk saling mengenal, menuntun dan melayani sama seperti Kristus Sang Gembala memperlakukan kita anak-anakNya! Amin


Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

 
Hari Minggu Paskah ke III Tgl 15 April 2018 PDF Print

ADAKAH PADAMU MAKANAN DI SINI?


Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada Hari Minggu Paska III. Menarik perhatian bahwa bacaan-bacaan pada hari ini berbicara tentang kebenaran bahwa Yesus bangkit, tentang perlunya pertobatan, bahwa Yesuslah harapan pertobatan kita, Ialah pendamaian untuk dosa kita, dan para murid adalah saksi dari semuanya itu. Petrus dalam bacaan pertama menegaskan bahwa karena ketidaktahuan maka “kamu” telah menyerahkan Yesus untuk dibunuh. Namun semuanya itu telah menggenapi firman Tuhan bahwa Mesias harus menderita tetapi Allah membangkitkan-Nya dari alam maut. “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan”(Kis 3:19). Pada bacaan kedua, Yohanes memberi pengharapan bahwa jika kita jatuh ke dalam dosa kita tetap dapat datang kepada Bapa melalui Kristus. Kristuslah pendamaian untuk segala dosa kita (1Yoh 2:2). Lukas dalam bacaan Injil meyakinkan bahwa Yesus sungguh bangkit. Para murid bukan saja melihat hantu atau roh tetapi mereka boleh menjumpai Yesus yang bahkan makan lagi bersama-sama dengan mereka. Demikian sabda Kitab Suci dipenuhi bahwa Mesias harus menderita , dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. “Dan kagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa” (Luk 24: 47).

Last Updated on Monday, 16 April 2018 08:26
Read more...
 
SURAT KELUARGA APRIL 2018 PDF Print

BENARKAH PERSOALAN KELUARGA SEKARANG SEMAKIN ANEH?

SURAT KELUARGA APRIL 2018a
Keluarga-keluarga Katolik yang terkasih, setiap hari kita mendengar kabar mengenai permasalahan keluarga. Masalah yang disampaikan beragam. Cerita yang dikisahkan dan dibagikan juga berwarna-warni. Ada yang biasa saja, ada yang bisa dipertanyakan, ada yang mengagumkan, dan ada juga yang membuat kaget. Variasi persoalan juga beragam. Mendengar kisah persoalan yang kaya itu, kita bisa bertanya, “Apakah masalah keluarga sekarang semakin aneh dan tidak wajar? Bahkan, apakah situasi itu semakin mengerikan?”


Kita memang diperkaya dengan banyak berita mengenai situasi keluarga, karena memang jaman yang berubah. Semua perubahan karena era digital, derasnya informasi, dan sulitnya komunikasi karena waktu pertemuan yang terbatas, akan terus menggunung dan menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian dan tanggapan serius. Kita tidak boleh melarikan diri dari situasi nyata, tetapi belajar menanggapinya dengan bijaksana.


Kebijaksanaan lahir dari dekatnya seseorang dengan Tuhan. Dekat, bukan hanya banyak berdoa, atau banyak menghapal ayat alkitab, tetapi merenungkannya dengan sepenuh hati dalam saat-saat hening yang nyaman dan melegakan. Sayang sekali, kita merasa tidak punya waktu untuk merenungkan hidup, sehingga apa yang kita alami tidak menjadi bahan introspeksi bersama Tuhan. Bagaimana mungkin menceritakan kepada Tuhan pengalaman hidup dalam doa, kalau perasaan kita selalu terburu-buru?

Last Updated on Wednesday, 11 April 2018 18:45
Read more...
 
Hari Minggu Paskah ke II Tgl 08 April 2018 PDF Print

IMAN YANG BENAR

 

Kehilangan orang yang kita cintai dan kagumi selalu mendatangkan kesedihan tersendiri bagi kita. Kita bahkan kehilangan harapan dan semangat. Hal itu membuat kita juga tidak mampu berbuat apa-apa selain terkurung dalam kesedihan kita. Kesedihan dan ketakutan itu akan menjadi halangan besar bagi kita jika kita tidak pernah berani untuk keluar dari situasi itu.

 

Hari ini Injil berkisahkan tentang Yesus yang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Pada saat itu para murid Yesus amat takut terhadap orang-orang Yahudi selepas kepergian Yesus dari tengah-tengah mereka. Saat itu Yesus hadir dan menyapa mereka “Damai sejahtera bagi kamu”. Kehadiran Yesus sungguh mernguatkan iman mereka, serentak menghapus kesedihan mereka.

 

Tindakan Yesus yang menunjuk lambung dan tangan-Nya amat menyakinkan para murid-Nya. Yesuslah yang berdiri didepan mereka. Yesus mau meyakinkan dan meneguhkan mereka bahwa Ia sama sekali tidak meninggalkan mereka sedikitpun. Namun haruslah tertanam dalam benak mereka bahwa Dialah Putera Allah. Dialah yang benar dan kudus. Dialah yang mampu mengalahkan maut. Kepercayaan dan keyakinan akan Yesus ini menuntut mereka untuk keluar dari rasa takut dan pergi memberikan kesaksian kepada semua orang di sekitar mereka.

 

Sahabat terkasih dalam Tuhan, kita semua sebagai murid-murid- Nya dipanggil untuk memberi kesaksian iman di dalam hidup kita. Kepercayaan dan keyakinan kita akan Yesus yang kita imani tidak pernah sedikitpun meninggalkan kita. Maka kita perlu untuk mengenal Dia secara lebih mendalam. Pengenalan yang mendalam itu akan terjadi lewat usaha kita untuk selalu datang dan berjumpa dengan Yesus. Oleh karena itu, janganlah menyia-nyiakan iman kita kepada Yesus. Janganlah berpaling dari pada-Nya karena iman kita akan Tuhan adalah iman yang benar.

Dikutip dari buku percikan hati.

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 6 of 16


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.