Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 15 guests online
Renungan
Hari Minggu Prapaskah IV 11 Maret 2018 PDF Print

"Terlalu Besar Kasih Bapa"

 

Saudara-saudariku terkasih, apa kabar semuanya? Saya yakin dan percaya Anda sekalian berada dalam keadaan sehat dan hidup penuh berkat dari Tuhan! Sukacita Tuhan melimpah atas Anda semua! Tidak terasa kita telah berada pada minggu Prapaskah IV, atau yang biasa disebut dengan minggu Letare: sukacita, gembira! Tentu kita bisa bertanya dalam hati kok bisa, masa prapaskah, masa sesal tetapi disebut minggu sukacita? Tentu ada alasan yang paling sederhana namun menjadi inti hidup, iman dan sukacita hari ini "Terlalu Besar Kasih Allah atas kita"

Read more...
 
Hari Minggu Prapaskah III 4 Maret 2018 PDF Print

MEMELIHARA DIRI SEBAGAI BAIT KEDIAMAN ALLAH

 

Saudara-saudari sekalian, selamat jumpa lagi dalam renungan berita sepekan. Hari ini kita memasuki Minggu Prapaska ke-3. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk memperteguh keyakinan kita bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Juruselamat bagi kita umat manusia. Artinya hanya di dalam dan dengan tuntunan-Nya-lah kita bisa sampai atau memperoleh keselamatan. Bacaan pertama hari ini menyampaikan kepada kita bagaimana Hukum Allah ataupun 'Sepuluh Perintah Allah' diberikan kepada umat Israel supaya mereka dapat hidup mengasihi Tuhan dan sesama sehingga mendapatkan jaminan kasih setia ataupun keselamatan-Nya.

Last Updated on Sunday, 04 March 2018 08:23
Read more...
 
Hari Minggu Prapaskah II 25 Februari 2018 PDF Print

"Ayoo Berubah dan Mempersembahkan diri padaNya"

 

Saudara-saudariku yang terkasih,

Salloom....! Hari ini kita telah memasuki minggu prapaskah yang kedua. Bacaan- bacaan kitab suci yang kita dengarkan hari ini menampilkan dua tema yang kesannya agak berbeda, yaitu persembahan (bacaan pertama dan kedua) dan perubahan (bacaan Injil).

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama kita mendengarkan kisah Abraham yang berani mempersembahkan putra tunggalnya, Isak, atas permintaan Allah. Allah ingin mencobai Abraham, apakah ia takut akan Allah dan rela memberikan yang terbaik bagi Allah atau tidak? Dan sungguh Abraham takut akan Allah dan rela memberikan putra tunggalnya kepada Allah dan Allah sangat memberkatinya. "Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati Engkau berlimpah-limpah dan keturunan yang sangat banyak! Pengalaman Abraham ini menjadi jaminan bahwa orang yang takut akan Allah dan berani mempersembahkan yang terbaik bagi Allah maka Allah pasti memberkati kita dengan kelimpahan berkatNya.

Saudara-saudariku terkasih, bacaan injil hari berbicara tentang Yesus yang berubah rupa didepan murid-muridNya untuk mencapai kemuliaanNya. Yesus ingin menegaskan kepada murid-muridNya bahwa untuk mencapai kemuliaan dan menjadi anak Allah dibutuhkan perubahan, dan berubahlah pertama-tama dari diri sendiri. Sebelum Yesus merubah murid-murid-Nya, Yesus lebih dahulu merubah diriNya sendiri. Pengalaman Yesus ini menegaskan bahwa untuk menjadi anak Allah dan bisa mencapai kemuliaan maka haruslah berani berubah dan mendengarkan Allah dalam diri putra-Nya!

Saudara-saudariku terkasih, ayolah mempersembahkan diri dan beranilah berubah, tidak usah takut, kuatir, dll karena Allahlah jaminan hidup kita. Paulus dalam bacaan kedua memberikan peneguhan kepada jemaat di Roma agar tidak takut berubah dan mempersembahkan pada Allah karena hidup kita terjamin di tangan Tuhan!

Pastor Hironimus Ronny D

Last Updated on Saturday, 24 February 2018 20:50
 
Hari Minggu Prapaskah I 18 Februari 2018 PDF Print

KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH KEPADA INJIL

 

Saudara-saudara terkasih, selamat jumpa lagi. Hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaska Pertama di Tahun 2018. Masa prapaska ini sudah kita mulai dari hari Rabu lalu yakni Rabu Abu ketika kita ditandai dengan abu dengan seruan "Ingatlah bahwa kita ini berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil". Mengapa Rabu Abu atau bukan Kamis atau Jumat Abu ? Karena untuk menggenapkan masa persiapan Paskah menjadi 40 hari sebagimana Yesus juga mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tugas perutusan Nya dengan tinggal 40 hari di padang gurun. Kalau kita menghitung sampai dengan Minggu Paskah, kita mempunyai 6 (enam) minggu atau 42 hari. Ditambah dengan 4 hari : Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, akan menjadi 46 hari. Karena hari-hari minggu tidak dihitung ke dalam hari puasa, maka genaplah masa prapaskah itu menjadi 40 hari. Masa prapaskah menjadi masa untuk mengingat bahwa jati diri duniawi kita ini adalah fana belaka; akan berakhir dengan kematian dan menjadi tanah atau debu atau abu asal kita. Namun demikian, Allah sungguh mengasihi kita. Kita diberi nafas hidup-Nya sendiri. Kita tidak dibiarkan binasa melainkan hidup yang kekal. Untuk itu, Putra-Nya yang Tunggal telah mau menjadi manusia, merasakan dan mengalami kelemahan serta kerapuhan manusia, susah dan penderitaan manusia namun tanpa jatuh ke dalam dosa; supaya manusia yang rapuh dan mudah jatuh ke dalam dosa boleh menimba kekuatan daripada-Nya untuk memperoleh hidup yang kekal. Dari pihak manusia, supaya kita bisa diselamatkan; kita perlu bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah dan cara hidup Yesus yang menjadi jalan untuk menuju kehidupan yang kekal itu.

 

Bacaan pertama Minggu Prapaskah pertama ini mengisahkan tentang janji Allah sesudah air bah yang membinasakan semua nya kecuali Nuh dan yang ada di dalam bahteranya. Sesudah air bah itu, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada air bah lagi untuk memusnahkan bumi. Allah mengadakan perjanjian lagi karena sejak semula Allah telah menghendaki kebaikan dan bukan kebinasaan manusia. Selama masih ada pelangi (busur yang diletakkan Tuhan diatas awan) maka Tuhan akan senantiasa ingat akan perjanjian-Nya. Perjanjian itu diperbarui dan diteguhkan secara radikal di dalam diri Yesus sebagaimana diungkapkan di dalam bacaan kedua. "Kristus yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah." Sebagai manusia Yesus turut mengalami akibat kerapuhan yakni penderitaan dan maut tetapi dibangkitkan menurut Roh atas kesetiaan-Nya pada kehendak Allah. Demikian Yesus menghadirkan Kerajaan Allah. Dalam diri-Nya Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus menjadi Injil, kabar gembira, jalan, kebenaran dan hidup. Bertobat dan percaya kepada Injil yakni warta gembira ataupun kisah hidup Yesus dan mengikuti jalan hidup Yesus adalah jalan keselamatan kekal.

 

Saudari-saudara sekalian, masa prapaskah menjadi masa puasa bagi kita untuk mengingatkan kita akan sabda Yesus: "Manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah", "Jangan mencobai Tuhan Allahmu", dan "Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti".  Puasa bukan saja soal makan dan tidak makan melainkan soal semakin menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan, tidak egois dan tidak mengumbar hawa nafsu untuk kepentingan duniawi atau badani, dan semakin menjadi sesama bagi yang lain. Bertobat berarti menjadi semakin baik: bagaimana kita memaksimalkan diri dalam kegunaan untuk karya Tuhan demi datangnya Kerajaaan Allah dalam kerukunan, belas kasih dan damai sejahtera. Percaya kepada Injil berarti percaya akan kehidupan yang kekal. Hidup tidak berhenti pada kehidupan sekarang, di sini di dunia ini. Kita bukan pecundang, bukan pesaing, dan bukan musuh untuk mengangkangi kehidupan duniawi melainkan menjadi sesama demi kemajuan kehidupan setiap diri yang dicintai oleh Tuhan. Dalam konteks Indonesia kita diungan untuk menjadi saudara satu dengan yang lain dalam keragaman dan perbedaan yang ada: "Kita Bhinneka - Kita Indonesia, bersatu membangun bersama."

Mari amalkan Pancasila. Salam Persatuan. (rm pur).

 

Last Updated on Sunday, 18 February 2018 12:47
 
Hari Minggu Biasa VI 11 Februari 2018 PDF Print

Tuhan Pasti Sanggup Menyembuhkanmu

yesus-menyembuhkan-orang-kusta-1Saudara-saudariku terkasih, hari ini kita merayakan hari Minggu Orang Sakit sedunia! Gereja memberikan waktu istimewa untuk mengingat dan mendoakan orang-orang sakit, khususnya warga Gereja Katolik! Gereja mau menampakan kemurahan hati Allah yang berbelaskasih. Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit, baik ringan maupun berat! Dan sakit yang berat kadang-kadang bisa membuat iman kita lemah, terlebih saat kita sudah berusaha dan berjuang sampai habis-habisan tapi tak kunjung sembuh juga! Kadang iman kita lemah dan putus harapan. Bacaan-bacaan hari ini memberi kita kekuatan untuk tetap tabah, sabar dan tegar menghadapi penderitaan kita karena Yesus sanggup memulihkan segalanya!


Saudaraku yang terkasih, merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini, mengingatkan saya akan sebuah lagi rohani yang indah. Sebagian dari syair lagu tersebut adalah "ketika kupercaya mujizat itu nyata, bukan karna kekuatan namun RohMu ya Tuhan, ketika kuberdoa Mujizat itu nyata". Ada tiga kekuatan besar yang sanggup memulihkan dan menyembuhkan hidup kita, khususnya sakit penyakit yang kita alami, yaitu: iman- percaya, doa-harapan dan Roh Kudus Tuhan! Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Penyakit yang sakit menjijikan dan menakutkan pada zaman Yesus. Dan itu digambarkan dalam bacaan pertama tadi, orang kusta itu najis, harus diasingkan dan bahkan dilihat sebagai orang yang mendapat kutuk. Penyakit yang sulit disembuhkan pada waktu itu. Namun pada Yesus tidak ada yang tidak mungkin! Orang kusta ini datang pada Yesus, mohon disembuhkan berbekal iman-percayanya kepada Yesus! Yang menarik dari orang kusta ini adalah ia tidak mengandalkan kerinduan dan kekuatan yang ada padanya, tetapi justru kemauan dan kekuatan Tuhan, inilah iman sejati yang melahirkan tekad yang luar biasa! Sejenak kita melihat rumusan doa dari orang kusta ini adalah "jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku". Ungkapan yang sederhana namun tersembunyi iman yang besar, ia percaya kekuatan dan kesembuhan berasal dari Tuhan! Harus orang kusta ini menggunakan rumusan kata-kata "Tuhan saya mau sembuh dari penyakit ini". Orang kusta ini memberi teladan pada kita, untuk dalam doa dan permohonan kita hendak kita mencari apa yang Tuhan kehendaki untuk kita! Tuhan tau yang dibutuhkan orang kusta ini adalah kesembuhan jasmani dan rohaninya!


Saudara-saudariku terkasih, dalam bacaan kedua, rasul Paulus mengingatkan umat di Korintus untuk bisa menjadi pengikut Yesus, yang membawa sukacita dan keselamatan bagi orang lain! Apa hubungannya dengan orang sakit? Paus Fransiskus dalam pesannya di hari orang sakit sedunia hari ini, tidak hanya memberi pesan kepada mereka yang sakit tetapi kepada yang sehat, yang mendapat tugas mulia merawat orang sakit. Paus mengingatkan pentingnya kemurahan dan belaskasih yang tulus dalam merawat orang-orang sakit, memang tidak mudah, tetap itulah penggilan kita! Kata Paulus, jadilah pengikut Kristus sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Jadilah penyembuh seperti Yesus melalui sikap dan tutur kata serta perilaku kita yang penuh belaskasih! Dengan demikian orang disembuhkan bukan hanya dengan obat-obatan saja, melainkan juga dengan kasih dan pengharapan yang tulus!

 

Saudaraku terkasih, tak satupun derita, masalah seberat apapun yang tak dapat dipulihkan dan disembuhkan oleh Yesus! Mujizat itu nyata dan masih terjadi sekarang ini, asal kita bersandar pada kuat kuasa Allah! Iman, harap dan kasih ada taruhannya! Jangan berhenti berharap, percaya dan berdoalah pada Yesus, penyembuh yang sejati.

 

Tuhan Memberkati

 

Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

Last Updated on Monday, 12 February 2018 22:26
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 5 of 14


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.