Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5

Login Email

We have 36 guests online
Renungan
Hari Minggu Biasa VI 11 Februari 2018 PDF Print

Tuhan Pasti Sanggup Menyembuhkanmu

yesus-menyembuhkan-orang-kusta-1Saudara-saudariku terkasih, hari ini kita merayakan hari Minggu Orang Sakit sedunia! Gereja memberikan waktu istimewa untuk mengingat dan mendoakan orang-orang sakit, khususnya warga Gereja Katolik! Gereja mau menampakan kemurahan hati Allah yang berbelaskasih. Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit, baik ringan maupun berat! Dan sakit yang berat kadang-kadang bisa membuat iman kita lemah, terlebih saat kita sudah berusaha dan berjuang sampai habis-habisan tapi tak kunjung sembuh juga! Kadang iman kita lemah dan putus harapan. Bacaan-bacaan hari ini memberi kita kekuatan untuk tetap tabah, sabar dan tegar menghadapi penderitaan kita karena Yesus sanggup memulihkan segalanya!


Saudaraku yang terkasih, merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini, mengingatkan saya akan sebuah lagi rohani yang indah. Sebagian dari syair lagu tersebut adalah "ketika kupercaya mujizat itu nyata, bukan karna kekuatan namun RohMu ya Tuhan, ketika kuberdoa Mujizat itu nyata". Ada tiga kekuatan besar yang sanggup memulihkan dan menyembuhkan hidup kita, khususnya sakit penyakit yang kita alami, yaitu: iman- percaya, doa-harapan dan Roh Kudus Tuhan! Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Penyakit yang sakit menjijikan dan menakutkan pada zaman Yesus. Dan itu digambarkan dalam bacaan pertama tadi, orang kusta itu najis, harus diasingkan dan bahkan dilihat sebagai orang yang mendapat kutuk. Penyakit yang sulit disembuhkan pada waktu itu. Namun pada Yesus tidak ada yang tidak mungkin! Orang kusta ini datang pada Yesus, mohon disembuhkan berbekal iman-percayanya kepada Yesus! Yang menarik dari orang kusta ini adalah ia tidak mengandalkan kerinduan dan kekuatan yang ada padanya, tetapi justru kemauan dan kekuatan Tuhan, inilah iman sejati yang melahirkan tekad yang luar biasa! Sejenak kita melihat rumusan doa dari orang kusta ini adalah "jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku". Ungkapan yang sederhana namun tersembunyi iman yang besar, ia percaya kekuatan dan kesembuhan berasal dari Tuhan! Harus orang kusta ini menggunakan rumusan kata-kata "Tuhan saya mau sembuh dari penyakit ini". Orang kusta ini memberi teladan pada kita, untuk dalam doa dan permohonan kita hendak kita mencari apa yang Tuhan kehendaki untuk kita! Tuhan tau yang dibutuhkan orang kusta ini adalah kesembuhan jasmani dan rohaninya!


Saudara-saudariku terkasih, dalam bacaan kedua, rasul Paulus mengingatkan umat di Korintus untuk bisa menjadi pengikut Yesus, yang membawa sukacita dan keselamatan bagi orang lain! Apa hubungannya dengan orang sakit? Paus Fransiskus dalam pesannya di hari orang sakit sedunia hari ini, tidak hanya memberi pesan kepada mereka yang sakit tetapi kepada yang sehat, yang mendapat tugas mulia merawat orang sakit. Paus mengingatkan pentingnya kemurahan dan belaskasih yang tulus dalam merawat orang-orang sakit, memang tidak mudah, tetap itulah penggilan kita! Kata Paulus, jadilah pengikut Kristus sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Jadilah penyembuh seperti Yesus melalui sikap dan tutur kata serta perilaku kita yang penuh belaskasih! Dengan demikian orang disembuhkan bukan hanya dengan obat-obatan saja, melainkan juga dengan kasih dan pengharapan yang tulus!

 

Saudaraku terkasih, tak satupun derita, masalah seberat apapun yang tak dapat dipulihkan dan disembuhkan oleh Yesus! Mujizat itu nyata dan masih terjadi sekarang ini, asal kita bersandar pada kuat kuasa Allah! Iman, harap dan kasih ada taruhannya! Jangan berhenti berharap, percaya dan berdoalah pada Yesus, penyembuh yang sejati.

 

Tuhan Memberkati

 

Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

Last Updated on Monday, 12 February 2018 22:26
 
Hari Minggu Biasa V, 4 Februari 2018 PDF Print

FOKUS PADA MISI

 

 

Semua orang suka menjadi terkenal. Lebih dari itu, orang suka juga, jika ia merasa dibutuhkan. Ketika orang sudah dicari-cari karena bakat dan kemampuannya, cenderung orang menjadi lebih tinggi hati dan sombong mengejar keuntungan sebesar-besarnya untuk diri sendiri... akan tetapi, ada juga yang sudah terkenal dan dicari-cari tetap menjadi orang yang rendah hati dan suka membantu orang lain.

 

Sahabat terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain. Ia juga dikisahkan mengajar di kota-kota lain. Akan tetapi menarik disana bahwa ketika banyak orang datang mencari Dia, Ia malah pergi. Kepergian Yesus bukan tanpa tujuan tetapi agar Ia dapat mewartakan Injil di tempat-tempat lain juga. Yesus pergi karena Ia tahu tugas perutusan-Nya. Ia juga pergi karena orang mencari Dia bukan pertama-tama karena mereka percaya akan pengajaran-Nya, tetapi karena mereka telah mengalami kesembuhan.

 

Sahabat terkasih, terkadang kita mencari Yesus hanya karena kita membutuhkan sesuatu bukan karena pertama-tama kita percaya. Kita ingin sesuatu dari Yesus sehingga kita datang kepada-Nya. Oleh karena itu, datanglah kepada Yesus kapan pun dan dimanapun.

 

Injil hari ini juga mengajak kita untuk tetap bersikap rendah hati dan tahu tujuan hidup kita. Kita semua dipanggil untuk mewartakan Sabda Tuhan dalam kehidupan kita lewat sikap dan tindakan kita. Kerendahan hati memampukan kita untuk bisa mengasihi orang lain. Kita menyadari bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Ada orang lain yang dengan caranya sendiri telah membantu kita untuk mewujudkan impian-impian kita. Kesadaran inilah yang memampukan kita untuk mencintai dan mengasihi orang lain dengan tulus. Inilah tujuan hidup kita yakni mengasihi sesama kita. Jika kita tidak mampu mengasihi orang lain, maka apa yang kita peroleh dan dapatkan sia-sia belaka. Oleh karena itu, marilah kita mengasihi sesama kita karena mengasihi adalah pewartaan yang hidup.

 

Dikutip dari buku Percikan Hati.

 

 
Hari Minggu Biasa IV 28 Januari 2018 PDF Print

"Hidup yang Penuh Kuasa Allah"

Hidup yang Penuh Kuasa Allah
Saudara-saudariku terkasih, kita pernah mendengar ungkapan "ingin hati memeluk gunung, tetapi apa daya tangan tak sampai"! Secara umum ungkapan ini mau menjelaskan suatu kenyataan yg sering terjadi dalam hidup kita bahwa kadangkala ada sesuatu yg kita inginkan terjadi dalam hidup kita, tapi tdak sanggup kita wujudkan karena keterbatasan manusiawi kita, terlebih faktor fisik, materi, ekonomi! Atau sering juga kita mendengarkan orang mengeluh kenapa "orang lain hidupnya baik, bertumbuh dan bahagia, sementara saya penuh perjuangan, apakah Tuhan hanya berpihak pada mereka saja? Apakah Tuhan memang adil dan mahapengasih? Sebaliknya ada orang yg berprinsip "kalau dia bisa, aku juga bisa". Ungkapan ini jauh lebih optimis dan percaya akan kemampuan, kuasa Allah, yang ada dalam dirinya!

Saudaraku terkasih, setiap manusia diberkati dan diberi kuasa oleh Allah, agar mampu mengolah hidupnya untuk bisa bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah yg berkelimpahan! Tuhan Yesus telah bersabda, "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan". Yesus juga telah menegaskan, Ia akan menyertai kita sampai akhir jaman! Penyertaan Tuhan, kuasa Tuhan melimpah atas kita! Yeremia mengatakan sejak dari kandungan ibu kita, Allah telah kuduskan kita! Pernyataan- pernyataan Alkitab ini menegaskan kepada kita semua tentang kuasa Allah yg ada dlm diri kita! Persoalannya ialah bagaimana agar kuasa Allah itu meraja, dan membuat hidup kita penuh dengan kuasaNya dan menghasilkan buah kebahagian?

Bacaan- bacaan hari ini memberikan kita kekuatan dan harapan untuk bisa menemukan hidup yg penuh kuasa Allah itu, pertama: hiduplah sebagai pribadi yg dikuduskan dan diberkati Allah, dengan cara percaya pada Allah dan ikuti perintahNya, bertanggung jawablah kepada Allah! Kedua, melihat dunia dan segala isinya sebagai wujud kasih Allah dan sarana untuk menemukan Allah! Fokus pada Allah saja yang menjadikan segalanya! Dalam bacaan kedua Rasul Paulus menegaskan "arahkanlah hidupmu pada perkara Tuhan, supaya jiwa dan ragamu terpelihara dalam Tuhan! Kuasa Allah akan menjadi kuat dan berbuah baik apabila kita juga mengarahkan pikiran dan kehendak kita pada jalan- jalan dan kehendak Tuhan! Yang ketiga, apa yang kau ucapkan hendaklah kau hayati, dan apa yg kau hayati hendaklah kau lakukan! Yesus mengajar penuh kuasa dan melahirkan mujizat kesembuhan bagi banyak orang karena Yesus mengajar tidak hanya dengan kata- kata tetapi juga melakukannya! Itu yang membedakannya dengan ahli-ahli taurat, yang hanya mengajar tetapi tidak melakukannya! Keempat, hidup kita akan penuh kuasa Allah kalau kita sanggup menghalau kuasa kegelapan, setan dalam hidup kita! Kuasa Yesus menjadi semakin jelas dan diakui ketika Ia berhasil mengusir setan, kuasa kegelapan dalam diri seseorang di bait Allah! Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kuasa Allah menjadi penuh dalam diri kita bila berani mengusir kuasa kejahatan dalam diri dan hidup kita.

Saudara-saudariku terkasih, hidup ini adalah pemberian Tuhan indah dan penuh kuasa, maka marilah kita mengisinya dengan segala kehendakNya! Kita hidup dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan! Kuasa Allah melimpah dalam hidup kita, jangan sia-siakan agar hidup kita oleh kuasaNya berkelimpahan berkat!

 

Semoga Tuhan memberkati kita!

Pastor Ronny Dahua MSC

Last Updated on Monday, 29 January 2018 19:56
 
HARI MINGGU BIASA III Januari 2018 PDF Print

DIPANGGIL UNTUK DIUTUS

 

Bacaan Liturgi : Yun 3:1-5,10; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20

 

yesus-mengutus-para-murid-nya

 

Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada hari Minggu Biasa ke-3 Tahun B. Minggu yang lalu oleh Penginjil Yohanes kita diajak bersama dengan Andreas dan murid yang lain untuk mengikuti Yesus dan mengetahui di mana Yesus tinggal. Hari ini kita diajak oleh Penginjil Markus untuk melihat bagaimana Yesus sendiri mengajak Andreas dan Simon serta Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus untuk mengikuti Dia. Kisah panggilan murid-murid yang pertama itu ditempatkan oleh Penginjil Markus di dalam konteks Yesus datang ke Galilea memberitakan Injil yakni bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan maka perlu bertobat dan percaya kepada Injil. Ada dua peristiwa yang terjadi: Yesus mewartakan pertobatan dan Yesus memanggil murid-murid untuk mengikuti-Nya. Kedua peristiwa itu bertautan satu dengan yang lain. Pewartaan tentang pertobatan menghendaki adanya murid-murid yang mau untuk mendengarkan dan menanggapi; sedangkan panggilan murid-murid untuk mengikuti Yesus berarti panggilan untuk bertobat. Bertobat adalah kemauan untuk mau berubah, bertransformasi dari kebiasaan manusia lama menjadi baru yang lebih sesuai dengan kehendak Allah: bersikap dan berbuat tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga kepentingan orang lain, bukan hanya berbuat untuk sesuatu yang sifatnya sementara duniawi tetapi yang memperhatikan kebutuhan kelak dalam hidup abadi.

Bacaan pertama menyampaikan bagaimana Yunus diutus untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Tiga hari Yunus berjalan menyusuri jalan kota Niniwe sambil menyerukan pertobatan. Orang-orang Niniwe percaya, berpuasa, dan berubah dari perbuatannya yang jahat kembali kepada jalan Tuhan. Orang-orang Niniwe dilepaskan dari ancaman hukuman Tuhan. Santo Paulus dalam bacaan kedua mengajak orang-orang Korintus untuk tidak berhenti pada mencari kesenangan atau bahkan kenikmatan dunia semata. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu. Bertobat dan mengikuti panggilan Tuhan sungguh-sungguh sangat penting.

Saudari-saudara, pada suatu waktu ada orang yang datang dan bertanya jika mimpinya merupakan panggilan Tuhan. Ia bukan seorang katolik ataupun kristen. Yang mengganggu pikiran hatinya adalah bahwa di dalam mimpinya, ia berjumpa ataupun melihat wajah Yesus yang menyatakan kepadanya supaya mengikuti Dia. Mengapa bukan seorang tokoh dalam agamanya tetapi Yesus yang muncul menemuinya? Sayapun mengklarifikasi kalau apa yang dimaksud dengan panggilan bagi dia. Dia katakan apakah dengan ajakan itu ia harus mau menjadi katolik atau kristen. "Mungkin," kata saya. Namun jika mimpi itu mau ditafsirkan sebagai panggilan, kiranya pertama-tama bukan soal menjadi katolik atau kristen melainkan supaya "ikut Yesus" yakni menjadi lebih baik seperti Yesus. Bertobat yang berarti membaharui diri harus dan bisa dilakukan siapa saja, sedangkan untuk menjadi katolik perlu belajar. Jika merasa dan yakin bahwa cara kehidupan dan kebaktian gereja katolik sangat cocok bagi dirinya dalam mewujudkan sikap dan tindakan melaksanakan kehendak dan kebaikan Tuhan; saat itulah orang bisa memilih untuk menjadi katolik.

Saudari dan saudara sekalian, apakah kita sebagai orang katolik sungguh merasa bahwa hidup kita adalah panggilan? Mungkin kita tidak pernah bermimpi ketemu Yesus, tetapi kita telah percaya dan diteguhkan melalui pembaptisan bahwa kita ini anggota Tubuh Kristus. Dengan kesungguhan dan ketulusan mendengarkan Sabda dan menyambut kehadiran-Nya dalam Ekaristi dan dalam kesetiaan serta ketekunan membangun persekutuan hidup dalam kerukunan persaudaraan sebagai murid-murid Yesus dan sesama manusia; kita mewujudkan panggilan kristiani kita. Kitalah orang-orang terpanggil dan terutus. Kita bhinneka kita Indonesia: dalam keragaman dan kepelbagaian kita tetap bersatu juga. Amalkan Pancasila dan teguhkan persatuan dan kesatuan. Tuhan memberkati kita. (rm pur msc).

Last Updated on Sunday, 04 February 2018 19:21
 
HARI MINGGU ADVEN IV 2017 PDF Print

 

Menemukan dan Mengalami Kasih Karunia Allah

 

Bacaan liturgi : 2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38

 

adven-4-par-lumiere-300x199

 

 

Saudara-saudariku terkasih, tidak terasa kita telah berada pada minggu Adven yang ke IV. Dan minggu Adven IV kali ini agak unik karena dirayakan pada hari  yang sama dengan vigili Malam Natal! Namun demikian kedua perayaan ini memiliki hubungan yang erat satu sama lain! Keduanya berbicara tentang Yesus yang lahir ketengah dunia dan manusia melalui Bunda Maria, seorang Perawan Nasaret! Tema khotbah kita pada pekan Adven IV ini adalah menemukan dan mengalami Kasih Karunia Allah! Dalam bacaan pertama kita membaca, mendengarkan dan merenungkan   bagaimana Allah memberikan kasih KaruniaNya kepada Daud hambaNya! Oleh karena kasihNya, Allah telah menjadikan Daud berkecukupan bukan hanya secara jasmani saja: seperti rumah, dll, tetapi juga rohani yaitu bagaimana Allah memberkati keluarga Daud dan memberinya kehormataan, namanya akan dimasyurkan dan kerajaannya akan kokoh sampai selama-lama! Namun demikian Tuhan mengharapkan agar Daud tidak lupa diri atau menganggap diri mampu dan sombong! Sebaliknya Allah menghendaki agar Daud rendah hati dan tahu bersyukur dihadapan Allah! Pesan bacaan pertama adalah kalau ingin menemukan dan mengalami kasih karunia Allah, belajarlah bersyukur dan rendah hati dihadapan Tuhan!

Last Updated on Sunday, 24 December 2017 14:57
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 3 of 11


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.