Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 8 guests online
Renungan
Hari Minggu Paskah ke VII Tgl 13 Mei 2018 PDF Print

KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU
Jurnalisme Damai versus Berita Bohong


Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada hari Minggu Paska ke-7 yang bertepatan juga dengan Hari Komunikasi Sedunia 2018. Bacaan-bacaan hari ini dimulai dari bacaan Injil, mengajak kita untuk merasakan dan menempatkan diri dalam persatuan. Tuhan Yesus sendiri merindukan adanya persatuan itu sebagaimana nyata dalam doa-Nya:”Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh 17:11b). Bacaan kedua menegaskan bahwa alasan untuk bersatu adalah karena Allah Bapa mencintai kita semua. Yang benar adalah bahwa Allah mencintai kita. Hidup dalam kebenaran berarti hidup dalam cinta Allah. Karena Allah adalah kasih maka yang hidup dalam Allah akan hidup penuh cintakasih dan dengan demikian mereka juga akan saling mencintai. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1Yoh 4:16). Bacaan pertama mengisyaratkan bahwa kebersamaan di dalam kasih Allah itu tidak begitu mudah untuk melupakan atau meniadakan siapa saja di dalamnya. Jika pun yang bersangkutan telah mengundurkan diri tetapi perannya tetap perlu dijaga. Artinya, di dalam kebersamaan, kekuatan untuk mencintai tidak boleh dilemahkan oleh oknum-oknum yang tidak setia. Posisinya tidak dihapuskan. Bisa diganti orang lain tetapi bahkan jika yang tidak setia itupun akan kembali ataupun bertobat, ia masih tetap mendapat kesempatan. Ada kriteria yang harus dipenuhi tetapi tidak ada pilih kasih. Siapapun yang terpilih dialah yang dikehendaki oleh Tuhan untuk bekerjasama dalam menjadi saksi atas khabar kasih-Nya. Yang penting adalah ada kebenaran: “benar bahwa orang itu merasa dicintai Allah dan hidup mencintai karena cinta Allah itu”. Tidak benar jika seorang merasa dikasihi Allah sedang orang lain tidak dicintai oleh Allah. Arahnya adalah perdamaian, persahabatan, persatuan.

Last Updated on Monday, 14 May 2018 12:48
Read more...
 
Hari Minggu Paskah ke VI Tgl 6 Mei 2018 PDF Print

"Kita Semua Bersaudara"

 

Saudara-saudariku terkasih....! Hari ini kita memasuki minggu paskah yang ke VI. Bacaan-bacaan kitab suci yang kita dengarkan berbicara tentang persaudaraan kasih sebagai anak-anak Allah! Dalam bacaan pertama Yang dikutip dari Kisah Para Rasul, Petrus berbicara tentang Kasih Karunia Allah yang ada dalam diri setiap orang! Petrus menegaskan Allah tidak pernah membeda-bedakan orang. Bagi Allah semua orang yang hidup dalam kasih karunia dan kebenaran berkenan dihatiNya dan Ia menjadi anak Allah! Oleh Anugerah Baptisan kita semua menerima Roh Kudus Allah dan Allah tinggal dalam kita! Bacaan pertama ini mengingatkan kita semua untuk saling menerima dan mengakui bahwa sekalipun kita berbeda-beda, tapi kita satu sebagai putra-putri kesayangan Allah! Hal ini sangat sejalan dengan tema tahun persatuan KAJ "Kita Bhineka, Kita Indonesia". Walaupun kita berbeda-beda, tetapi satu sebagai warga Indonesia dan warga kerajaan Allah!


Dalam bacaan kedua, Yohanes menegaskan Allah adalah Kasih! Karena itu Yohanes mengajak kita untuk saling mengasihi! Kalau Allah yang menpersatukan kita adalah kasih, maka sebagai anak-anakNya, kasih harus menjadi jatidiri kita! Bahkan Yohanes menegaskan barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah! Identitas murid Yesus adalah kasih! Hidup dalam kasih memang bukanlah hal yang mudah, namun tidak usah cemas, takut, Roh Kudus akan dicurahkan padamu! Bacaan kedua mengingatkan kita saling mengasih apapun perbedaan yg ada diantara kita!

 

Saudara-saudariku terkasih, bacaan injil menjelaskan 4 janji Tuhan yang menjadi harta rohani kita, bila kita saling mengasihi! Pertama, kalau kita saling mengasihi maka Bapa akan mengasihi kita! Yesus berkata "seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasih kamu, tinggallah dalam kasihKu". Artinya kalau kita benar-benar saling mengasih kita akan tinggal bersama Allah dan Allah mengasihi kita! Kedua, kalau kita saling mengasihi, sukacita kita akan menjadi penuh! Sukacita di dunia dan di surga sebagai pemenuhan janji Allah akan menjadi bagian dari hidup kita! Janji Ketiga adalah, kita akan menjadi sahabat Tuhan! Kalau kamu turuti firmanKu, maka kamu adalah sahabatKu! Yesus menegaskan bahwa saling mengasihi adalah syarat utama untuk mengubah status hamba menjadi sahabat! Kasih mengubah hidup kita menjadi lebih baik! Janji Keempat, minta apa saja semuanya akan diberikan kepadamu!


Saudaraku terkasih marilah kita berdoa semua kita tetap rukun bersatu dalam kasih kasih kita semua bersaudara, agar seluruh janji Tuhan digenapi dalam hidup kita masing-masing, Amin.

P. Hironimus Ronny Dahua MSC

 

Last Updated on Monday, 07 May 2018 08:14
 
Hari Minggu Paskah ke V Tgl 29 April 2018 PDF Print

SUMBER KEKUATAN GEREJA ADALAH KESATUANNYA DENGAN YESUS KRISTUS

 

Saudari-saudara sekalian salam jumpa lagi pada hari MInggu Paska ke 5. Bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita sekalian untuk melihat penting nya pengenalan akan Yesus, kesatuan kita dengan Dia, dan hidup dalam kasih sebagai wujud kesetiaan kepada-Nya. Bacaan Injil melukiskan pentingnya kesatuan itu dalam perumpamaan tentang pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, ia akan berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh 15:5). Bacaan kedua menyampaikan pentingnya hidup dalam kasih sebagai perwujudan kesatuan dan kesetiaan kepada Kristus: "Dan inilah perintah Allah itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya yang diberikan Kristus kepada kita" (1Yoh 3:23). Bacaan pertama menyampaikan bagaimana pengenalan dan kesatuan hidup dalam Kristus itu dihidupi oleh Paulus yang meyakinkan murid-murid yang lain untuk menerima dia dalam kasih persaudaraaan dan dijauhkan dari ketakutan atas tindakan Paulus yang dulu Saulus sang penganiaya orang-orang Kristen. Dalam kebersamaan dengan Paulus dan atas keikutsertaan Paulus mewartakan Injil Kristus, walau pertobatannya unik tidak bersama para rasul, jumlah jemaat bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Kis 9:31)

Saudari-saudara sekalian, melanjutkan permenungan hari-hari minggu sebelumnya: hari Minggu Paska ke-3 kita diajak untuk melihat bagaimana Yesus meyakinkan para murid bahwa ia sungguh bangkit dan memberi perintah agar para murid menjadi saksi-Nya, pada hari Mingu Paska ke-4 kita diajak untuk melihat Yesus yang menegaskan bahwa Diri-Nyalah gembala yang baik yang harus dijadikan model dalam hidup para murid dalam memberikan kesaksian tentang sukacita Injil; pada hari ini kita diajak untuk meyakini bahwa untuk bisa bersaksi dan menjadi gembala baik seperti Yesus, kita perlu tinggal bersatu erat dengan Kristus. Apa artinya tinggal dalam Kristus? Berkat batisan kita secara resmi berhubungan dengan Kristus, tetapi apakah dengan sendirinya kita bersatu dengan Kristus? Sungguh bersatu dengan Kristus bukanlah terjadi secara otomatis, melainkan merupakan suatu proses penghayatan. Manusia menurut kodratnya adalah makhluk sosial. Setiap orang membutuhkan orang lain dan sebaliknya dirinya juga dibutuhkan oleh orang lain.

Dalam semangat persatuan dalam kebhinekaan kita teguhkan kesatuan kita dengan Kristus Sang Pokok Anggur. Dalam pengenalan personal dan keeratan kebenaran kedekatan dengan Kristus semoga kita semakin mampu membuahkan kasih persaudaraan. Kita Bhinneka Kita Indonesia: Mari amalkan Pancasila. Dengannya amanat Kristus kita wujudkan.

(rm puw msc)

 
Hari Minggu Paskah ke IV Tgl 22 April 2018 PDF Print

"RA Kartini dan Gembala Yang Baik"


Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus! Hari ini kita merayakan hari minggu paskah ke empat atau hari minggu Panggilan! Tema bacaan- bacaan hari ini adalah "Yesus Sang Gembala Baik". Dalam setiap pewarataan InjilNya, Yesus sering menggunakan perumpaan! Hal ini agar mudah dimengerti oleh pendengarnya! Pernah Dia mengatakan Akulah Terang dan Garam dunia, Akulah pokok anggur yang benar! Semua ini adalah kebenaran iman! Hari ini Yesus berbicara tentang Akulah Gembala yang baik!


Saudaraku Terkasih, mengapa Yesus menyebut diriNya sebagai gembala? Karena kita adalah domba-dombaNya yang tercinta! Sebagai seorang Gembala yang baik, Yesus menunjukkan ciri-ciri dan sikap hidupNya: pertama, mengenal domba-dombaNya. Yesus sangat mengenal kita masing-masing, Yeremia 1:5 mengatakan Aku telah mengenal engkau sejak dari kandungan ibumu, dan menguduskan engkau sebelum engkau keluar dari rahim ibumu untuk menjadi nabi-nabi bagi bangsa-bangsa! Dalam bacaan kedua Yohanes menegaskan kita adalah anak-anak Allah! Oleh Kasih Allah kita diselamatkan! Kedua, memberikan nyawa bagi domba-dombaNya! Sebagai Gembala yang baik, Yesus memberikan nyawanya di altar salib dan Ekaristi! Itulah kesetiaan Yesus Sang Gembala Agung! Yesus menjadi jaminan keselamatan kita! Barang siapa makan tubuhKu dan minum darahKu, akan memperoleh hidupku yang kekal! Ketiga, melindungi dan menuntun domba-dombaNya!


Saudaraku terkasih, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menjadi domba dan Gembala yang baik! Kita diajak untuk saling mengenal, menuntun dan melayani sama seperti Kristus Sang Gembala memperlakukan kita anak-anakNya! Amin


Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC

 
Hari Minggu Paskah ke III Tgl 15 April 2018 PDF Print

ADAKAH PADAMU MAKANAN DI SINI?


Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada Hari Minggu Paska III. Menarik perhatian bahwa bacaan-bacaan pada hari ini berbicara tentang kebenaran bahwa Yesus bangkit, tentang perlunya pertobatan, bahwa Yesuslah harapan pertobatan kita, Ialah pendamaian untuk dosa kita, dan para murid adalah saksi dari semuanya itu. Petrus dalam bacaan pertama menegaskan bahwa karena ketidaktahuan maka “kamu” telah menyerahkan Yesus untuk dibunuh. Namun semuanya itu telah menggenapi firman Tuhan bahwa Mesias harus menderita tetapi Allah membangkitkan-Nya dari alam maut. “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan”(Kis 3:19). Pada bacaan kedua, Yohanes memberi pengharapan bahwa jika kita jatuh ke dalam dosa kita tetap dapat datang kepada Bapa melalui Kristus. Kristuslah pendamaian untuk segala dosa kita (1Yoh 2:2). Lukas dalam bacaan Injil meyakinkan bahwa Yesus sungguh bangkit. Para murid bukan saja melihat hantu atau roh tetapi mereka boleh menjumpai Yesus yang bahkan makan lagi bersama-sama dengan mereka. Demikian sabda Kitab Suci dipenuhi bahwa Mesias harus menderita , dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. “Dan kagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa” (Luk 24: 47).

Last Updated on Monday, 16 April 2018 08:26
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 3 of 14


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.