Agenda Paroki

S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email

We have 60 guests online
Renungan
HARI MINGGU BIASA III Januari 2018 PDF Print

DIPANGGIL UNTUK DIUTUS

 

Bacaan Liturgi : Yun 3:1-5,10; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20

 

yesus-mengutus-para-murid-nya

 

Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada hari Minggu Biasa ke-3 Tahun B. Minggu yang lalu oleh Penginjil Yohanes kita diajak bersama dengan Andreas dan murid yang lain untuk mengikuti Yesus dan mengetahui di mana Yesus tinggal. Hari ini kita diajak oleh Penginjil Markus untuk melihat bagaimana Yesus sendiri mengajak Andreas dan Simon serta Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus untuk mengikuti Dia. Kisah panggilan murid-murid yang pertama itu ditempatkan oleh Penginjil Markus di dalam konteks Yesus datang ke Galilea memberitakan Injil yakni bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan maka perlu bertobat dan percaya kepada Injil. Ada dua peristiwa yang terjadi: Yesus mewartakan pertobatan dan Yesus memanggil murid-murid untuk mengikuti-Nya. Kedua peristiwa itu bertautan satu dengan yang lain. Pewartaan tentang pertobatan menghendaki adanya murid-murid yang mau untuk mendengarkan dan menanggapi; sedangkan panggilan murid-murid untuk mengikuti Yesus berarti panggilan untuk bertobat. Bertobat adalah kemauan untuk mau berubah, bertransformasi dari kebiasaan manusia lama menjadi baru yang lebih sesuai dengan kehendak Allah: bersikap dan berbuat tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga kepentingan orang lain, bukan hanya berbuat untuk sesuatu yang sifatnya sementara duniawi tetapi yang memperhatikan kebutuhan kelak dalam hidup abadi.

Bacaan pertama menyampaikan bagaimana Yunus diutus untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Tiga hari Yunus berjalan menyusuri jalan kota Niniwe sambil menyerukan pertobatan. Orang-orang Niniwe percaya, berpuasa, dan berubah dari perbuatannya yang jahat kembali kepada jalan Tuhan. Orang-orang Niniwe dilepaskan dari ancaman hukuman Tuhan. Santo Paulus dalam bacaan kedua mengajak orang-orang Korintus untuk tidak berhenti pada mencari kesenangan atau bahkan kenikmatan dunia semata. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu. Bertobat dan mengikuti panggilan Tuhan sungguh-sungguh sangat penting.

Saudari-saudara, pada suatu waktu ada orang yang datang dan bertanya jika mimpinya merupakan panggilan Tuhan. Ia bukan seorang katolik ataupun kristen. Yang mengganggu pikiran hatinya adalah bahwa di dalam mimpinya, ia berjumpa ataupun melihat wajah Yesus yang menyatakan kepadanya supaya mengikuti Dia. Mengapa bukan seorang tokoh dalam agamanya tetapi Yesus yang muncul menemuinya? Sayapun mengklarifikasi kalau apa yang dimaksud dengan panggilan bagi dia. Dia katakan apakah dengan ajakan itu ia harus mau menjadi katolik atau kristen. "Mungkin," kata saya. Namun jika mimpi itu mau ditafsirkan sebagai panggilan, kiranya pertama-tama bukan soal menjadi katolik atau kristen melainkan supaya "ikut Yesus" yakni menjadi lebih baik seperti Yesus. Bertobat yang berarti membaharui diri harus dan bisa dilakukan siapa saja, sedangkan untuk menjadi katolik perlu belajar. Jika merasa dan yakin bahwa cara kehidupan dan kebaktian gereja katolik sangat cocok bagi dirinya dalam mewujudkan sikap dan tindakan melaksanakan kehendak dan kebaikan Tuhan; saat itulah orang bisa memilih untuk menjadi katolik.

Saudari dan saudara sekalian, apakah kita sebagai orang katolik sungguh merasa bahwa hidup kita adalah panggilan? Mungkin kita tidak pernah bermimpi ketemu Yesus, tetapi kita telah percaya dan diteguhkan melalui pembaptisan bahwa kita ini anggota Tubuh Kristus. Dengan kesungguhan dan ketulusan mendengarkan Sabda dan menyambut kehadiran-Nya dalam Ekaristi dan dalam kesetiaan serta ketekunan membangun persekutuan hidup dalam kerukunan persaudaraan sebagai murid-murid Yesus dan sesama manusia; kita mewujudkan panggilan kristiani kita. Kitalah orang-orang terpanggil dan terutus. Kita bhinneka kita Indonesia: dalam keragaman dan kepelbagaian kita tetap bersatu juga. Amalkan Pancasila dan teguhkan persatuan dan kesatuan. Tuhan memberkati kita. (rm pur msc).

Last Updated on Sunday, 21 January 2018 19:12
 
HARI MINGGU ADVEN IV 2017 PDF Print

 

Menemukan dan Mengalami Kasih Karunia Allah

 

Bacaan liturgi : 2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38

 

adven-4-par-lumiere-300x199

 

 

Saudara-saudariku terkasih, tidak terasa kita telah berada pada minggu Adven yang ke IV. Dan minggu Adven IV kali ini agak unik karena dirayakan pada hari  yang sama dengan vigili Malam Natal! Namun demikian kedua perayaan ini memiliki hubungan yang erat satu sama lain! Keduanya berbicara tentang Yesus yang lahir ketengah dunia dan manusia melalui Bunda Maria, seorang Perawan Nasaret! Tema khotbah kita pada pekan Adven IV ini adalah menemukan dan mengalami Kasih Karunia Allah! Dalam bacaan pertama kita membaca, mendengarkan dan merenungkan   bagaimana Allah memberikan kasih KaruniaNya kepada Daud hambaNya! Oleh karena kasihNya, Allah telah menjadikan Daud berkecukupan bukan hanya secara jasmani saja: seperti rumah, dll, tetapi juga rohani yaitu bagaimana Allah memberkati keluarga Daud dan memberinya kehormataan, namanya akan dimasyurkan dan kerajaannya akan kokoh sampai selama-lama! Namun demikian Tuhan mengharapkan agar Daud tidak lupa diri atau menganggap diri mampu dan sombong! Sebaliknya Allah menghendaki agar Daud rendah hati dan tahu bersyukur dihadapan Allah! Pesan bacaan pertama adalah kalau ingin menemukan dan mengalami kasih karunia Allah, belajarlah bersyukur dan rendah hati dihadapan Tuhan!

Last Updated on Sunday, 24 December 2017 14:57
Read more...
 
HARI MINGGU ADVEN II 2017 PDF Print

BERTOBATLAH

 

Bacaan liturgi : Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8 

190559 392015810912155 2070639796 n1

  

Saudari-saudara sekalian, kita jumpa lagi dalam Minggu Adven II. Oleh tokoh Yohanes Pembaptis, yang berseru-seru di padang gurun, kita diingatkan akan arti dan makna Adven bagi kita. Adven yang bermakna menanti kedatangan ataupun kehadiran Sang Juruselamat, diberi isi dengan bertobat, mengarahkan pandangan ke depan kepada pemenuhan janji Kristus sebagai Juruselamat. Bertobat berarti memperteguh iman kepercayaan akan penyelenggaraan ilahi atas kehidupan kita dan sekaligus melaksanakan tugas kehidupan ini sesuai dengan kehendak dan perutusan Tuhan.

Last Updated on Monday, 11 December 2017 15:19
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA XXXIII PDF Print

 

MENJADI HAMBA YANG SETIA DAN BERTANGGUNGJAWAB

 

Bacaan Liturgi :Ams 31:10-13,19-20,30-31; Mzm 128:1-2,3,4-5; 1Tes 5:1-6; Mat 25:14-30

 

 0000-00-parable-of-the-talents-59-blog-image

Saudara-saudariku yang terkasih,  setiap orang dapat mengatakan sesuatu tentang hidup ini, berdasarkan pengalaman yang dialaminya. Ada orang yang mengatakan hidup ini adalah anugerah. Ada yg katakan hidup ini adalah perjuangan. Yang lain katakan hidup ini adalah kesempatan dan juga pilihan. Pada dasarnya ungkapan – ungkapan  ini tidak ada salahnya, karena sebagai orang beriman, percaya pada penyelenggaraan Tuhan, Tuhanlah asal segalanya, pencipta segalanya! Sebagai yang empunya hidup ini, terlebih kita semua sebagai putra-putri kesayangan-Nya, Tuhan mempunyai rencana yang indah yaitu agar kita boleh mengambil bagian dalam karya dan rencana-Nya yang menyelamatkan. Tuhan menaruh kepercayaan atas diri kita masing – masing ! Tuhan menganggap kita layak dan mampu untuk melakukan tugas yang dipercayakanNya pada kita!.

Last Updated on Sunday, 19 November 2017 09:00
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA XXXI PDF Print

MEMIMPIN DENGAN MELAYANI DALAM CINTAKASIH

 

 

Bacaan Liturgi : Mal. 1:14b-2:2b,8-10; Mzm. 131:1,2,3; 1Tes. 2:7b-9,13; Mat. 23:1-12

 

 

 Respect

 

 

Saudari-saudara, kita jumpa lagi pada hari Minggu Biasa ke-31. Mengawali renungan minggu ini saya akan menceritakan pengalaman yang lucu, menjengkelkan tetapi juga menegur yang terjadi beberapa waktu yang lampau. Kebetulan saya dari pelayanan di rumah duka, diajak mampir untuk makan malam di warung pinggiran depan toko-toko yang sudah tutup di malam hari itu. Sementara kami menikmati makanan, biasalah di sana datang silih berganti para penyanyi jalanan yang mengharapkan uang recehan dari para pelanggan. Lewatlah juga seseorang dengan gaya gemulai, biar lengan berotot tapi baju yukensi, menyanyikan lagu “andaikan aku lakukan yang luhur mulia..” dilanjutkan dengan sedikit ucapan-ucapan ketus “pret ahh kupret banyak cerewet..” Saya spontan berbicara dengan keluarga yang mengajak makan itu bahwa mengapa dia nyanyi begitu, mengapa barangkali ia tahu kalau saya ini seorang imam. Keluarga itu hanya berkomentar: “ah si pastor sih baper saja, dia kan bisa menebak siapa yang makan makanan begini di pinggir jalan. Itu teguran buat semua yang suka menyanyikannya kali.” Tapi saya kaget saja lagu itu dinyanyikan oleh seorang “bencong” yang sejujurnya biasa saya takut terhadapnya. Di mulutnya, nyanyian itu berbunyi: “Kalian hanya bisa bernyanyi atau  berbicara tetapi tidak melakukannya juga!”

Last Updated on Monday, 06 November 2017 13:52
Read more...
 
« StartPrev12345678NextEnd »

Page 1 of 8


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.