Agenda Paroki

S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 1 2

Login Email
banner kiri 2019b

We have 46 guests online
Renungan
Renungan Hari Minggu, Tgl 17 Februari 2019 PDF Print

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN DI HADAPAN ALLAH

 

Saudari-saudara sekalian yang terkasih, salam jumpa lagi dalam renungan hari Minggu Biasa VI Tahun C. Bacaan Injil Lukas hari ini secara tajam berbicara tentang orang miskin dan orang kaya: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin,…..Tetapi celakalah kamu, hai orang kaya,…” Apakah makna pernyataan dari Injil Lukas ini? Dalam kaitan dengan atau dalam cahaya bacaan pertama dan kedua hari ini yakni dari Kitab Nabi Yeremia 17:5-8 dan dari Surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1Kor 15:16-20), seruan Yesus tentang yang miskin dan yang kaya pasti tidak bermaksud menyatakan bahwa Yesus hanya mencintai orang miskin dan membenci orang kaya. Yesus tidak mengajak jemaat-Nya untuk menjadi melarat karena kekayaan adalah pembawa celaka. Apalagi Yesus tidak mau mempolitisir orang miskin untuk dijanjikan kekayaan atau untuk menciderai orang kaya. Kitab Yeremia 17:5 berbunyi: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari Tuhan!” Surat 1 Korintus 15:14 dan 20 menyatakan: “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu…. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang sudah meninggal.” Kedua pernyataan baik dari Nabi Yeremia maupun dari Surat Korintus ini mengajarkan bahwa ‘celakalah orang yang mengandalkan diri sendiri’ dan sesungguhnya sudah benarlah kita percaya kepada Kristus karena ‘yang benar ialah, bahwa Kistus telah dibangkitkan dari antara orang mati’. Pernyataan Yesus tentang berbahagialah orang miskin dan celakalah kamu hai orang kaya harus dipahami dalam konteks mengandalkan Tuhan dan percaya kepada Kristus. Yang mau dilawan oleh Kristus adalah anggapan bahwa ‘kekayaan itu identik dengan berkat Allah dan kemiskinan itu identik dengan kutukan Allah.

Last Updated on Monday, 18 February 2019 23:45
Read more...
 
Renungan Hari Minggu, Tgl 10 Februari 2019 PDF Print

“Menuju Hidup Berkelimpahan Murid-murid Yesus"

 

Saudara-saudariku terkasih......syalloom! Senang sekali bisa berjumpa lagi dengan Anda semua, semoga berkat Tuhan selalu menyertai kita! Hari ini kita telah berada pada minggu biasa yang ke V. Bacaan-bacaan hari ini banyak berbicara tentang penyerahan diri pada Tuhan dan kehendakNya sebagai jalan menuju hidup berkelimpahan! Saudara-saudari terkasih, setiap orang pasti mendambakan hidup berkelimpahan, bahagia jasmani-rohani! Dan dengan rupa-rupa cara dan jalan orang berusaha untuk mewujudkannya, bahkan dengan cara-cara yang tidak halal sekalipun! Bagi pengikut Yesus, kebahagian mempunyai arti yang istimewa dan jalan khas pula, yang sering bertentangan dengan cara atau jalan dunia!

Last Updated on Monday, 11 February 2019 08:56
Read more...
 
Renungan Hari Minggu, Tgl 3 Februari 2019 PDF Print

ALLAH PUTERA DIUTUS BAGI SEMUA ORANG

Saudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi dalam Minggu Biasa ke-4 Tahun C. Pada Tahun Berhikmat, dalam rangkaian lanjutan pengenalan kita akan Yesus yang telah hadir menggenapi nas Kitab Suci yang kita dengarkan dari Injil Markus pada Minggu yang lalu, kita diajak untuk melihat bagaimana Yesus Sang Sabda yang telah menjadi manusia itu melaksanakan dan memperanggungjawabkan tugas-Nya. Dalam bacaan Injil, kita diajak untuk mendengar bagaimana Yesus menyadari dan juga menyadarkan orang banyak bahwa tugas yang diemban-Nya tidak mudah. “…tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya,” kata Yesus. Kenyataan ini dihadapi oleh Yesus: orang-orang menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung,…untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Yesus tidak gentar, tidak takut dan juga tidak bereaksi berlebihan. Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Bacaan pertama minggu ini menyampaikan hal senada. Nabi Yeremia meyakini bahwa panggilan kenabiannya adalah keniscayaan. Sejak sebelum dilahirkan pun telah ditetapkan oleh Allah untuk itu. Ia harus tidak gentar jika mau tidak digentarkan Allah di depan orang-orang yang kepada mereka Yeremia harus berbicara dan bernubuat. Tugasnya sangat berat karena harus menentng raja-raja dan pemuka-pemukanya, imam-imam dan rakyat negerinya. Yeremia melaksanakannya dengan satu keyakinan bahwa Allah akan menyertai dan melepaskannya dari ancaman orang-orang itu. Rasul Paulus dalam bacaan kedua, memberikan kesimpulan atas alasan tindakan Yesus dan Yeremia yakni karena kasih Dalam pengalaman yang tidak selalu jelas maka tinggal ketiga hal ini: iman, harapan dan kasih yang penting, tetapi dari ketiganya kasihlah yang terbesar. Maksudnya karena kasih kepada manusia, Yeremia maupun Yesus mau untuk melakukan hal yang mendatangkan pertentangan dan bahkan penolakan terhadap diri mereka.

Read more...
 
Renungan Hari Minggu, Tgl 20 Januari 2019 PDF Print

Peduli

 

Peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Nilai ini menunjukkan keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita.


Warta Injil hari ini menampilkan figur bunda Maria yang sangat peduli terhadap persoalan yang dialami oleh manusia. Sikap ini ditunjukkannya pada peristiwa pesta perkawinan di Kana. Ketika tuan pesta kehabisan anggur, Maria meminta Yesus Anaknya untuk melakukan mukjizat yang pertama. Ia meminta para pelayan mengisi enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, dengan air. Setelah semuanya penuh, ia meminta supaya Yesus mengubahnya menjadi anggur. Meskipun belum waktunya, karena bunda-Nya yang meminta maka Yesus melakukannya juga.

Read more...
 
Renungan Hari Minggu, Tgl 13 Januari 2019 PDF Print

Seteguk Air Keselamatan


Saudara-saudari terkasih, senang sekali saya bisa berjumpa lagi dengan para pembaca renungan mingguan dan menyapa Anda semua dengan penuh sukacita Tuhan! Syallloom...
Hari ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan! Kita diajak untuk merenungkan kembali arti Baptisan yang telah kita terima! Kita mensyukri anugerah terbesar dari Tuhan ketika Ia berkenan mengangkat kita menjadi putra-putri yang dikasihNya melalui sakramen baptisan kudus! Ada satu lagu dalam puji Syukur, yang bunyinya kira-kira gini,"syukur kepadaMu, Tuhan, sumber segala rahmat! Dosa kami Kau ampuni, Kau beri hidup Ilahi, kami jadi putra-
Mu. Meski kami tanpa jasa, Kau pilih dan Kau angkat." Syair lagu ini menegaskan pada kita betapa indahnya arti baptisan yang telah kita terima! Hanya dengan setuguk air suci saja, kita memperoleh keselamatan dan martabat mulia, menjadi anak Allah!

Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 19


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.