Agenda Paroki

S M T W T F S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Login Email
banner kiri baru

We have 25 guests online
Renungan
Renungan Hari Minggu Biasa XXIX, Tgl 21 Oktober 2018 PDF Print

Untuk Melayani

Bila memilih pekerjaan, seseorang pasti tidak suka menjadi pembantu rumah tangga, atau pelayan di kios atau toko kecil. Kebanyakan mau memilih pekerjaan yang lebih baik, kalau boleh langsung menjadi "Orang besar" atau pemimpin. Hal itu tentu tidak salah, namun sebenarnya orang sudah bisa memulai pekerjaannya dengan hal-hal yang kecil dan sederhana, tak perlu langsung memaksakan diri untuk pekerjaan yang besar. Karna banyak orang berkembang dari pekerjaan yang sederhana menuju pekerjaan yang lebih besar. Kita belajar dari hal-hal kecil itu agar terbiasa untuk melakukan hal-hal yang besar.

Last Updated on Sunday, 21 October 2018 19:47
Read more...
 
Hari Minggu Biasa XXVIII, Tgl 14 Oktober 2018 PDF Print

Menyikapi Kekayaan


Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk dalam Kearajaan Allah “ (Mrk. 10:26). Jika tidak dimengerti secara benar, perkataan Yesus ini bisa dipandang mengucilkan orang kaya zaman ini dan membatasi mereka untuk diselamatkan. Padahal, maksud Yesus amatlah berbeda.

 

Orang kaya menurut pandangan Yahudi saat itu adalah orang-orang yang terberkati, diberikan anugerah dan kemudahan dan dilimpahi dengan harta kekayaan. Sedangkan orang miskin adalah orang yang terkutuk bukan oleh Allah tetapi oleh orang itu sendiri.

 

Kenyataan pada umumnya orang kaya pada zaman Yesus, adalah mereka yang menjadi kaya karena rampasannya dan tindakannya menindas orang yang miskin. Para tuan tanah yang merampas tanah orang kecil dengan permainan ketidakadilan, ataupun pemungut cukai yang menjadi kaya raya karena pemerasan terhadap rakyat tak berdaya. Keserakahan terhadap kekayaan membuka tenggorokan mereka untuk menelan apa saja yang bukan menjadi hak mereka.

 

Cita orang kaya pada zaman Yesus ini tentu menjadi kritik terhadap siapa saja yang rakus akan harta, tak peduli orang kaya, kelas menengah atau bahkan orang miskin yang mempermainkan sesamanya, tak ubahnya seperti orang kaya pada masa Yesus. Kerakusan akan harta membuat banyak orang kalap akan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan. Kalau begitu relevankah perkataan Yesus pada Markus 1:26 ?. Bisa dikatakan demikian bagi kita semua. Namun bukan karena harta kita yang dikutuki. Bukan juga rejeki kita yang dijadikan kambing hitam, melainkan sikap kita manusia yang serakah dan rakus kekayaan, sampai mengabaikan Allah dan sesama.

 

Tidak salah menjadi kaya secara ekonomis tapi dengan kerja keras dan kejujuran, dengan amal baik dan kerelaan berbagi. Namun tetaplah menjadi miskin di hadapan Allah.

Dikutip dari buku Percikan Hati

 

 
Hari Minggu Biasa XXVII, Tgl 7 Oktober 2018 PDF Print

"Hidup Perkawinan adalah Sebuah Anugerah"


Saudara-saudariku terkasih, selamat pagi dan syalloom, apa kabar ? Pasti semuanya baik, dan luar biasa! Puji Tuhan selalu melindungi kita dengan segala berkat rohani! Hari ini adalah hari minggu biasa yang ke-27. Bacaan-bacaan kitab suci yang baru saja dibacakan dan kita dengarkan, berbicara tentang perkawinan! Perkawinan itu indah, perkawinan itu adalah anugerah! Bulan2 terakhir ini, ada banyak anak2 muda kita yang ikut kursus membangun rumah tangga! Mereka ikuti persiapan pernikahan katolik! Pertanyaan yang muncul dalam benak pikiran saya adalah mengapa manusia harus menikah, untuk apa ? Dan bagaimana cara mempertahankan hidup pernikahan agar tetap abadi dan membahagiakan ? Mari kita mencari jawabannya dalam bacaan2 tadi! Dalam bacaan pertama diawali dengan firman Allah, "tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia", untuk mewujudkan kebenaran firman ini, ketika Adam sedang tidur, Tuhan mengambil salah satu dari tulang rusuknya, memberinya kulit dan daging dan setelah itu menghantarkannya pada Adam! Kata Tuhan, "inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan karna ia diambil dari laki-laki!" Sampai pada firman Tuhan ini, kita dapat mengatakan bahwa pernikahan itu terjadi karena rencana Tuhan sendiri! Yang kedua, pernikahan adalah cara hidup yang dipakai Allah untuk menjelaskan indahnya persatuan dalam hidup perkawinan! Karna itu dalam bacaan Injil Yesus berpesan, "apa yang telah dipersatukan oleh Allah, janganlah diceraikan manusia!" Mencermati kata2 Yesus ini, kita bisa sampai pada satu kesadaran iman bahwa Allah menghendaki adanya persatuan dlm hidup putra-putriNya! Dan persatuan itu tidak hanya sekedar satu dan ada bersama, tetapi lebih dari itu menjadi menjadi sarana keselamatan, perjumpaan dengan Allah dan sesama, yang diikat dengan tali cinta kasih dan kesetiaan.

Read more...
 
Hari Minggu Biasa XXVI, Tgl 30 September 2018 PDF Print

BARANG SIAPA TIDAK MELAWAN KITA, IA ADA DI PIHAK KITA

 

Salam jumpa lagi saudari-saudara sekalian. Kita merayakan hari Minggu Biasa XXVI/B. Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita pada arah dasar KAJ pada sasaran prioritas yang keempat yakni ajakan untuk bekerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik demi mewujudkan masyarakat yang adil. Toleran dan manusiawi: “Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya untuk mereka yang miskin, menderita dan tersisih.” Sasaran ini akan tercapai bila ada ketulusan hati untuk meyakini bahwa ada kebaikan di dalam diri siapa saja dan Allah berkenan menghadirkan kabaikannya melalui pelbagai orang. Keyakinan ini diperhadapkan dengan kebiasaan orang yang cenderung eksklusif, menilai dirinya paling baik, takut kehilangan pamor ataupun tidak menjadi tenar lagi.

Read more...
 
Hari Minggu Biasa XXV, Tgl 23 September 2018 PDF Print

"INGIN MENJADI YANG TERBESAR: Jadilah  Hamba dan Pelayanan"

 

Saudara-saudariku terkasih  selamat jumpa lagi di hari minggu biasa yg ke 25! Syalloom dan apa kabar...pasti semua baik, penuh sukacita dan diberkati Tuhan! Bacaan-bacaan kitab suci yang kita dengarkan pada minggu ini, khususnya Injil, berbicara tentang  "hal menjadi yang terbesar dalam kerajaan surga". Satu topik pengajaran Yesus kepada orang banyak dan murid-muridNya! Yesus mengemukan rahasia ini kepada murid-murid karena rupa-rupanya, setelah Yesus berbicara tentang nasib hidupNya didepan mereka, bahwa Dia akan diserahkan pada imam-imam kepala, akan dibunuh dan bangkit pada hari ketiga, para murid tidak begitu berpikir tentang apa yang disampaikan Yesus, sebaliknya berpikir tentang siapa diantara mereka, yg menjadi  terbesar, terkemuka! Para murid rupa terhinggap penyakit jaman now..."gila jabatan!"

Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 16


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.