Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 31 guests online
Renungan
Hari Minggu Biasa XVI, Tgl 22 Juli 2018 PDF Print

AKU AKAN MENGUMPULKAN SISA-SISA KAMBING DOMBA-KU, DAN AKU
AKAN MENGANGKAT GEMBALA-GEMBALA ATAS MEREKA

 

Salam jumpa saudara-saudara pada renungan Berita Sepekan hari Minggu Biasa ke-16 Tahun B. Bacaan-bacaan hari ini menyampaikan bagaimana Tuhan sebagai pemilik domba-domba menghendaki supaya domba-domba itu digembalakan dan dikumpulkan. Untuk itu Ia mengutus para gembala. Dalam hal bahwa para gembala utusan-Nya tidak melakukan tugas maka Ia sendiri yang akan melakukan-Nya dengan mengirim gembala-gembala lain yang akan melaksanakan tugasnya dengan lebih baik sehingga domba-domba tanpa takut akan berkumpul dan tidak akan dibiarkan seekorpun yang hilang. Gagasan ini terungkap di dalam Bacaan Pertama (Yer. 23:1-6). Bacaan Injil menceritakan bahwa murid-murid berkumpul sekembali mereka dari tugas perutusan mereka (kita ingat bacaan Minggu yang lalu bahwa Yesus mengutus murid-murid berdua-dua). Para murid itu kembali kepada Yesus dengan orang banyak yang mengikuti mereka. Begitu banyaknya orang yang ikut berkumpul dan tentu dengan banyak kebutuhan mereka entah sekedar tanya jawab untuk memenuhi keingintahuan mereka sebagai tindak lanjut atas ajaran dari para murid maupun terkait dengan kesembuhan mereka; sehingga kumpulan itupun menjadi sangat sibuk sampai makanpun mereka tidak sempat. Yesus mengajak para murid menyendiri ke tampat terpencil dan beristirahat sejenak. Pergilah mereka dengan perahu. Namun orang banyak yang mengetahui tujuan mereka mulai berjalan ke tempat tersebut melalui jalan darat. Orang banyak itu malahan sampai di tempat yang dituju lebih dahulu. Mungkin Yesus memanfaatkan kesempatan di dalam perahu itu untuk melanjutkan pengajaran khusus kepada para murid sehingga mereka berjalan lebih lama. Ketika mereka mendarat, mereka melihat orang banyak sudah terkumpul di sana. Yesus pun tergerak oleh belaskasihan kepada mereka karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Rasul Paulus dalam bacaan kedua, mengajarkan kepada orang-orang Efesus tentang peran dari Yesus Sang Gembala. Di dalam Kristus Sang gembala itu yang dulu “jauh” maupun yang “dekat” dipertemukan. Mereka dipersatukan dalam damai sejahtera sehingga memperoleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

Read more...
 
Hari Minggu Biasa XV, Tgl 15 Juli 2018 PDF Print

"MENJADI PEWARTA INJIL, SIAPA TAKUT?"

 

Saudara-saudariku terkasih...syallom, selamat hari minggu! Bacaan-bacaan kitab suci yang baru saja kita baca dan dengarkan pada minggu ini berbicara tentang panggilan Tuhan kepada para murid-muridNya untuk menjadi pewarta Injil, kabar sukacita Tuhan! Tuhan ingin menempatkan kembali peranan kita manusia, anak-anaknya dalam karya keselamatanNya! Karya keselamatan Tuhan tidak hanya terjadi dari pihak Allah, meskipun Dia adalah sumber keselamatan dan kebahagian kekal itu! Karya keselamatan Tuhan juga terjadi dari respons, jawaban dari manusia untuk mau bekerja sama dengan Allah! Itulah sebabnya Allah telah menetapkan kita dari semula, dalam dan melalui Yesus Kristus, menjadi milikNya dan urusanNya! Kita dipilih dan diutus Allah untuk menjadi pewarta kabar sukacitaNya!

Read more...
 
Hari Minggu Biasa XIV, Tgl 8 Juli 2018 PDF Print

Tidak Meremehkan Sesama Kita

 

Hidup di dunia ini kerap kali merupakan misteri. Banyak orang sehat, tiba-tiba sakit. Banyak orang sakit lalu sehat terus sampai tua. Banyak orang miskin lalu kemudian berhasil dan menjadi orang berada. Sebaliknya banyak orang berada kemudian malah jatuh menjadi keluarga yang melarat. Kerap orang pinter dan pandai berubah menjadi orang bodoh atau tak mendapatkan jalan bagi kepinteran dan kepandaiannya. Sebaliknya orang yang dipandang bodoh hina dan tak berarti bisa saja menjadi orang yang berpengaruh dalam usaha, bahkan menjadi pemimpin. Maka tak bisa kita meremehkan orang lain, yang dipandang lebih rendah dalam hal-hal tertentu dari diri kita.

 

Lihatlah orang di kampung asal Yesus. Ketika Yesus mengajar di rumah ibadat banyak masyarakat biasa takjub dengan pengajaran-Nya. Tetapi serta merta ketakjuban mereka itu berubah menjadi iri hati dan tak percaya. Mereka malah berkomentar “Bukankah ia anak tukang kayu, anak Maria? Bukankah ia saudara Yakobus, Yoses dan Simon ? Bukankah saudara-saudara perempuannya ada bersama kita?" Sikap mereka terlalu menyepelekan Yesus dan memandang rendah kualitas Yesus. Tertutup hati mereka terhadap rahmat dan berkat Tuhan untuk mereka.

 

Tak ayal lagi Yesus pun berkata, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri”. Karena itulah Yesus tak mengerjakan satu pun mukjizat di sana. Mestinya mereka bisa mendapatkan berkat penyembuhan untuk orang-orang sakit di tempat mereka, termasuk kaum keluarga mereka yang membutuhkan pertolongan, tetapi itu tak terjadi karena hati mereka keras, dan pikiran mereka picik.

 

Sahabat, untuk kita, janganlah pernah meremehkan orang lain, mereka yang bodoh atau miskin, yang kurang mampu atau kurang terampil. Jangan juga terlalu menghina dan menghakimi para pendosa, mereka yang melakukan kesalahan, tetapi hargai dan tuntunlah mereka kepada pertobatan dan kemajuan. Jadilah berkat untuk mereka dan bukan penghakiman atau kutukan

Dikutip dari buku percikan hati

 
Hari Minggu Biasa XIII, Tgl 1 Juli 2018 PDF Print

Penyerahan Diri

 

Pada suatu hari seorang dokter yang sangat terkenal karena keahliannya namun tidak percaya kepada Allah  datang mengunjungi Santo Yohanes don Bosko untuk minta disembuhkan karena ia menderita penyakit epilepsi!  Lalu Yohanes meminta ia berlutut dan berdoa tetapi dokter tidak mau melakukannya, namun karena dokter itu  seorang ilmuan maka ia tidak mau melakukannya bahkan ia tidak percaya pada hal-hal seperti mujizat, dll. Yohanes Bosco pun tdak bisa berbuat apa-apa kalau dokter itu tidak mau berlutut dan berdoa! Karena tidak ada  jalan lain, akhirnya dokter itu melakukannya, berlutut dan berdoa! Setelah dokter itu berlutut dan berdoa,  Yohanes Bosco tumpangkan tangan atas dan mendoakannya! Sementara Yohanes berdoa, terjadi mujizat  kesembuhan bagi sang dokter! Dokter itu mengaku dosa dan terima ekaristi dari St Yohanes Bosko. Orang bisa percaya dan menjadi sembuh hanya dengan berlutut dan berdoa!

Last Updated on Monday, 02 July 2018 13:17
Read more...
 
Hari Minggu Biasa XII, Tgl 24 Juni 2018 PDF Print

IA DATANG UNTUK BERSAKSI TENTANG TERANG, DAN MENYIAPKAN SUATU UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN

 

Yohanes PembaptisSaudari-saudara sekalian, salam jumpa lagi pada hari Minggu Biasa ke-12. Hari Minggu ini kita merayakan hari kelahiran Yohanes Pembaptis. Kita semua tahu Yohanes Pembaptis. Ayahnya adalah Zakharia, seorang imam di Yerusalem sedangkan ibunya adalah Elizabeth, seorang puteri keturunan kaum Harun. Kisah kelahirannya sangat unik. Yohanes lahir dari pasangan yang sudah sangat tua untuk mempunyai seorang anak. Zakharia pun menjadi bisu karena ia hampir tidak percaya akan khabar malaikat yang didengarnya. Ketika ia meminta tanda, ia menjadi bisu sampai pada saat Yohanes lahir dan ketika ia harus memberi nama. Kelahiran Yohanes sungguh merupakan kisah yang istimewa. Kita juga ingat ketika dalam bulan yang keenam perkandungannya, Maria ibu Yesus mengunjunginya dan anak yang masih dalam rahim itu pun melonjak kegirangan dan Elizabeth ibunya pun dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu berseru: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?....berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1: 41-45). Yohanes mendapat tugas untuk membuka jalan bagi Kristus dan memperkenalkan Yesus sebagai Almasih. Yesus sendiri menyebut Yohanes sebagai ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Oleh karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Namun sebagaimana nabi-nabi lainnya yang ditolak dan dianiaya oleh umat karena pewartaannya, Yohanes pun mengalami nasib yang sama. Ia meninggal dengan kepala dipenggal karena membela kebenaran (Mat 14:1-12).

Last Updated on Monday, 25 June 2018 18:33
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 14


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.