Agenda Paroki

S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4

Login Email
banner kiri 2019b

We have 192 guests online
Renungan Hari Minggu, Tgl 14 April 2019 PDF Print

Mengapa Menderita

 

Penderitaan adalah momok yang cenderung dihindari manusia zaman ini. Tak seorang pun menginginkan kesulitan dan derita. Jika berjumpa dengan derita otomatis orang menjauh dan melarikan diri agar tidak mengalaminya. Mengapa ? karena setiap orang hanya menginginkan kesenangan dan tidak mau menghadapi kesusahan atau pengorbanan diri untuk kebutuhan sesama bahkan untuk keluarganya sekali pun.

Pada hari Minggu Palma ini Yesus mengajarkan arti derita. Kalau Yesus berani menderita bahkan sampai mati di kayu salib, itu hanya karena ketaatan-Nya kepada Bapa disurga. Surat Rasul Pauluskepada jemaat di Filipi dengan jelas berkata, “Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”. Kisah sengsara dalam injil hari ini mengisahkan betapa derita yang dialami Yesus saat itu mempunyai arti yang mendalam yakni komitmen ketaatan yang sempurna kepada kehendak Bapa. Derita tidak menjauhkan Yesus dari misi-Nya . Derita tidak membuat Yesus melarikan diri dari tugas dan kewajiban sebagai Putera Allah. Sebaliknya Yesus mengungkapkan Cinta-Nya yang penuh kepada Bapa sampai tetes darah terakhir.

 

Bagi manusia zaman ini derita adalah ketidakberuntungan atau malah sebagai malapetaka. Orang yang mengalami penderitaan dianggap sebagai manusia yang malang, sementara orang yang bersenang-senang tanpa derita, dianggap orang yang beruntung. Tapi siapakah yang bisa menghindari derita di dunia ini, seperti sakit penyakit, beratnya tugas dan tanggung jawab, rupa-rupa bentuk kesulitan bahkan maut dan kematian ?! Setiap manusia,
cepat atau lambat, akan mengalaminya . Tinggal kita yang perlu memberinya arti.

 

Saudara-saudari terkasih, jika kita berbeban bahkan menderita karena tugas dan tanggung jawab dalam hidup dan pekerjaan tanamkanlah komitmen ketaatan kepada kehendak Bapa. Hadapilah kesulitan dan derita sebagai tantangan untuk menguji dan memurnikan ketaatan dan cinta kita kepada Allah dan sesama.

Dikutip dari buku percikan hati

 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.