Agenda Paroki

S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

Login Email
banner kiri baru

We have 28 guests online
Kapan terakhir kali Anda mengaku dosa? PDF Print

Kapan terakhir kali Anda mengaku dosa?

 

Jika pertanyaan ini ditujukan kepada 100 orang diantara umat Katolik, kira-kira apa jawaban mereka dan berapa banyak yang menjawab seperti berikut ini :

  • Seminggu yang lalupengakuan dosa
  • Sebulan yang lalu
  • Tiga bulan yang lalu
  • Enam bulan yang lalu
  • Setahun yang lalu
  • Bertahun-tahun yang lalu
  • Entah… sudah lupa
  • Belum pernah

Sakramen Pengakuan Dosa adalah salah satu dari 7 Sakramen dalam Gereja Katolik yang boleh diterima berkali-kali seperti halnya Sakramen Ekaristi. Tetapi banyak diantara umat Katolik yang tidak menggunakan kesempatan mendapatkan pengampunan dosa dengan menerima Sakramen Pengakuan Dosa.

Sakramen Pengakuan Dosa bisa diterima atau diminta kepada Pastor kapan saja. Dulu Gereja memberi kesempatan kepada umat untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa setiap hari Minggu, sebelum Perayaan Ekaristi dimulai. Sekarang kebanyakan Gereja memberi kesempatan kepada umat untuk menerima sakramen pengakuan dosa menjelang Perayaan Natal dan Paskah. Tetapi tidak menutup kemungkinan setiap saat ada umat yang minta Sakramen Pengakuan Dosa maka Pastor akan melayani. Tetapi kesempatan ini sering kali tidak dimanfaatkan oleh umat. Setiap kali ada kesempatan untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa hanya sedikit umat yang hadir untuk menerimanya.

Suatu kali seorang Pastor bertanya saat khobah “Apakah umat di Paroki ini suci semua sehingga hanya sedikit yang mengaku dosa?”
Apa kira-kira yang menyebabkan tidak banyak umat yang menggunakan kesempatan untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa?
Mungkin ini jawabannya :

  • Merasa tidak punya dosa
  • Tidak sadar akan dosa-dosa yang telah diperbuat
  • Malu mau mengaku dosa
  • Tidak tau cara mengaku dosa
  • Tidak tau manfaat mengaku dosa
  • Berpikir untuk apa mengaku dosa kalau nanti berbuat dosa lagi
  • Tidak yakin bahwa setelah mengaku dosa dirinya benar-benar “bersih”
    Ibarat kertas putih yang penuh coretan lalu dihapus sehingga memjadi putih kembali.

Banyak orang tidak sadar akan dosa-dosanya ketika segala sesuatu dianggap biasa. Berbohong, berbuat curang, menghakimi orang lain, membicarakan orang lain, menyebarkan gossip, semua dipandang sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja, bukan dosa, apalagi dosa besar. Padahal dosa bukan semata-mata berbuat jahat, tetapi saat orang tau dia bisa berbuat baik tetapi tidak berbuat apa-apa itu juga dosa. Dan manusia tidak ada yang luput dari dosa, sebaik apapun dia. Orang tidak sadar ketika bersikap sombong. Banyak yang bingung ketika harus mengaku dosa dan bertanya “dosa saya apaya?” . Itu merupakan salah satu sikap sombong.


“Sesungguhnya di bumi tidak ada tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tidak pernah berbuat dosa!” (Pengkhotbah 7:20)


“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yakobus 4:17).


Perlu kerendahan hati supaya bisa mengakui dosa-dosanya. Perlu melakukan refleksi untuk dapat menyadari dosa-dosanya. Mungkin juga perlu bantuan orang lain untuk menilai. Mendengarkan kritik orang lain atas sikapnya.


Kalau orang berpikir untuk apa mengaku dosa kalau nanti juga berbuat dosa lagi itu sama halnya seperti orang berfikir untuk apa mandi kalau nanti kotor lagi? Kita perlu mandi secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesegaran badan. Sama halnya perlu menerima Sakramen Pengakuan Dosa untuk menjaga kebersihan dan kesegaran jiwa kita.

 

Jadi sebenarnya sayang sekali kalau umat tidak menggunakan kesempatan untuk mendapat pengampunan atas dosa2 dengan menerima Sakramen Pengakuan Dosa.


Berikut informasi lebih mendalam tentang Sakramen Pengakuan Dosa dan Tata Caranya.
http://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-pengakuan-dosa
 

Semoga bermanfaat.

(Agnes)

Last Updated on Tuesday, 04 December 2018 14:00
 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.