Agenda Paroki

S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5

Login Email
banner kiri 2019b

We have 14 guests online
Sederhana PDF Print

Selamat ulang tahun Gereja Bunda Hati Kudus…

Syukur atas 80th karya Gereja tercinta di pusat kota Jakarta ini.

Hmm… Bicara soal syukur… Sejauh mana kita telah mensyukuri keberadaan Gereja kita ini??

 

“SEDERHANA”

 

 

N01 Gereja Santa Maria Assumpta - Katedral Tanjung SelorN03 Stasi St. Antonius - Selimau IIBeberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan “belajar” terbaik dalam hidup saya. Belajar dari kesederhanaan… Yang membuahkan iman yang luar biasa di pedalaman. Yaa… Beberapa waktu yang lalu untuk sebuah tugas Legio Maria, saya berkunjung ke pedalaman Kalimantan Utara wilayah Keuskupan Tanjung Selor dengan seorang teman Legioner dari Bogor. Sebuah kesempatan belajar yang selama ini memang menjadi impian saya. Dan saya beruntung!!! Ketika Tuhan sungguh memberikannya kepada saya. Judul di atas… merupakan kata emas di sini…“SEDERHANA”


Jadi di suatu hari… (beuhh..udah kayak apa aja yaa, hhee…) Saya, teman saya, dan 4 orang lain (Pastor, Bruder dan 2 Legioner Tanjung Selor), berkunjung ke 2 stasi dari Paroki Katedral Tanjung Selor. Jaraknya??? Untuk Stasi St. Antonius-Selimau 2, ditempuh dengan 1 jam perjalanan mobil. Masih aman… Buat mereka berempat yang sudah biasa. Tapi tak terpikirkan oleh kami berdua yang sudah terbiasa dengan segala kemudahan hidup di kota besar. Tujuan kedua… Stasi St. Fransiskus Asisi-Silva Rahayu. Jaraknya sekitar 70-80 Km dari pusat Keuskupan, yang ditempuh dengan 2-3 jam perjalanan mobil. Segitu juga pake ngebut dikit, ketika memungkinkan… MemungkinkanN02 Stasi St. Fransiskus Asisi - Silva Rahayu?? Iyaa… kalau nemu jalan aspal. Hampir 70% jalannya ituuu…Ruaaarrr biasa!!! Kita yang di dalem mobil udah berasa kayak naik kuda ketika melintasi jalan yang berbatu dan berlubang.Jalan aspal pun jangan dikira kayak di sini, yang kiri kanan udah banyak macem2. Jalannya kelak kelok, sepi, nemunya hutan, tebing sama jurang. Kebayang ga?? Harus kebayang!!!
Saat hari mulai malam dan kami harus kembali ke Keuskupan, perjalanan pun menjadi lebih menantang. Jalanan yang berlumpur semakin ambles ketika banyak truk2 besar melintas sebelum kami.

 


N04 Jalan aspal menuju Stasi St. Fransiskus AsisiBeberapa kali… Mobil kami sempat terjebak di dalam lumpur. Dan ketika melalui jalanan beraspal… Kami menjumpai kabutN05 Kondisi sebagian besar jalan yang harus kami lalui yang cukup tebal ditambah minimnya penerangan, yaa..kami hanya dibantu cahaya bulan purnama malam itu. Ya kalau di sini mungkin bisa jadi romantis, nahhdisana… Romantis juga sihh. Tapi kayak ada ngeri2nya gitu… (kata2 ini terinspirasi dari iklan Le Minerale, hihihi…). Hmm… Nilai positif dari perjalanan ini… Kami berdua mendadak jadi orang Kudus, yang sepanjang perjalanan terus mendaraskan doa Salam Maria. Iya lahhh… Karena kami berdua inget, masih sama2 single… Hehehe… Ehh tapi ini bukan promosi yakk…
Ok… sekarang kita mulai serius. Jadi di 2 stasi ini… Kami berjumpa dengan orang2 “sederhana” (rata2 adalah transmigran dari Timor pada tahun 90an). Sederhana…Tidak selalu tentang penampilan atau suatu keadaan kan?? Ini tentang cara mereka mengikut Yesus. Mereka yang begitu sederhana hingga membuat saya malu karena iman merekaN06 Orang-orang luar biasa yang kami temui yang luar biasa. Mereka tidak seperti saya, seperti kita… Yang bisa kapan pun menyambut Yesus dalam Komuni Kudus. Karena kondisi geografis… Mereka hanya dilayani oleh Imam untuk Ekaristi setidaknya 2 minggu sekali. Iman mereka luar biasa, ketika dengan sederhananya mereka yang juga tergabung dalam Legio Maria mengungkapkan alasan mereka ikut Legio Maria. Mereka bilang, “Kami jadi lebih rajin berdoa, kami bisa pimpin doa, kami jadi hafal peristiwa2 rosario, kami senang ketika kami bisa berkumpul bersama di gereja dan menjalankan tugas2”. Dan banyak ungkapan2 cinta sederhana lainnya, dari mereka untuk Yesus dan bunda-Nya. Untuk saya pribadi, tidak pernah terpikir mengikuti Yesus dengan cara sesederhana mereka.

Yaa…Semua yang mereka ungkapkan tadi pasti sudah biasa buat kita. Komuni pun bisa jadi hal yang sudah biasa. Ketika gereja kita ini terbuka setiap hari, untuk siapapun yang mau menanggapi panggilan-Nya dalam Ekaristi Kudus… Mungkin banyak di antara kita dengan rupa2 alasan, mengabaikannya. Rajin misa di hari Minggu?? Cukup?? Kita yang seminggu sekali menjumpai-Nya itu… Seberapa layakkah kita saat menyambut-Nya?? Kata layak di sini… mungkin masing2 dari kita bisa merenungkannya sendiri. Kita sama2 merenungkannya…N08 Aku bersama Bapa Uskus Mgr Paulinus Yan Olla MSF teman ku dan Sr. Desi

Bersyukur ketika gereja kita begitu mudah dijangkau. Jalan kaki, naik kendaraan pribadi, bajaj, gojek… Dan bersyukur ketika kita memiliki Imam yang berkarya di paroki kita, yang bisa kapan pun melayani umat. 80th Gereja Bunda Hati Kudus… Mungkin sudah banyak karya pelayanan yang kita berikan bagi gereja kita ini, untuk kemuliaan Tuhan pastinya. Itu hal yang luar biasa… Tapi mari mulai sekarang kita mencoba menjadi pribadi2 yang lebih “sederhana” dalam mengikuti Dia. Lebih terbuka pada panggilan-Nya, dan lebih rendah hati ketika berjumpa dengan-Nya. Tidak hanya ketika Dia dalam rupa Komuni Kudus… Tapi juga Dia yang nampak dalam diri sesama kita. Karena itulah… Yang saya lihat dari mereka, lebih tepatnya “belajar” dari mereka. Dari orang2 “sederhana” lah… Biasanya “iman” itu terpancar dengan luar biasa, dan menghasilkan buah yang berkelimpahan. Bunda Maria… Sang Bunda Hati Kudus pun juga pribadi yang “sederhana”. Ketika ia menerima kehendak Allah dengan berkata, “Aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu”. Kata2 ini bagi saya… Cukup menunjukkan betapa sederhananya Sang Bunda Hati Kudus.


Kita ini… Ngaku umat Gereja Bunda Hati Kudus… Tapi tidak meneladani kesederhanaannya??


Yukk… sebagai ucapan syukur kita atas ulang tahun gereja tercinta, kita sama2 meneladan Bunda Hati Kudus.

(Penulis Nike Tania)

Last Updated on Thursday, 19 July 2018 22:47
 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.